Mengapa Telur Tidak Boleh Dimasak Terlalu Lama?

  • 25 Jan 2026 22:16 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Telur adalah sumber protein favorit sejuta umat karena praktis dan murah. Namun, tahukah Anda bahwa durasi memasak sangat menentukan kualitas gizi yang Anda dapatkan? Banyak orang cenderung memasak telur hingga sangat matang (overcooked) untuk memastikan bakteri hilang, namun cara ini ternyata memiliki efek samping yang kurang baik.

Kenapa Memasak Terlalu Lama Tidak Disarankan?

Memasak telur dalam waktu yang berlebihan, terutama dengan suhu tinggi, memicu beberapa perubahan kimiawi:

  • Munculnya Lapisan Kehijauan: Pernah melihat lingkaran hijau keabu-abuan di sekeliling kuning telur rebus? Itu adalah reaksi antara zat besi dalam kuning telur dengan hidrogen sulfida dari putih telur, membentuk ferro sulfida. Meski tidak beracun, ini adalah tanda bahwa telur sudah dimasak terlalu lama.

  • Tekstur "Karet" dan Bau Belerang: Putih telur yang dimasak terlalu lama akan kehilangan elastisitasnya dan menjadi keras seperti karet. Selain itu, aroma belerang yang menyengat akan lebih tercium, yang tentu saja mengurangi selera makan.

  • Penurunan Nutrisi: Suhu tinggi yang terus-menerus dapat mengurangi kadar vitamin dan antioksidan sensitif panas dalam telur, seperti Vitamin A dan berbagai jenis Vitamin B.

  • Oksidasi Kolesterol: Penelitian menunjukkan bahwa memanaskan telur terlalu lama dapat menyebabkan oksidasi pada kolesterol dalam kuning telur, yang berpotensi memicu senyawa oksisterol yang kurang baik bagi kesehatan jantung.

Berapa Lama Durasi yang Ideal?

Untuk mendapatkan tekstur dan nutrisi terbaik, berikut adalah panduan durasi merebus telur sejak air mendidih:

Durasi

Hasil Tekstur

6 Menit

Kuning telur cair, putih telur lembut (Soft boiled).

8 Menit

Kuning telur kental dan lumer (Jammy egg).

10-12 Menit

Matang sempurna, kuning telur padat namun tetap cerah.

>15 Menit

Overcooked, tekstur kering, dan muncul lingkaran hijau.

Segera rendam telur dalam air es (ice bath) setelah diangkat dari air mendidih. Ini akan menghentikan proses pematangan seketika dan membuat kulit telur lebih mudah dikupas.

Memasak telur memang harus matang untuk menghindari bakteri Salmonella, namun jangan sampai berlebihan. Presisi waktu adalah kunci untuk mendapatkan manfaat protein maksimal dengan rasa yang tetap lezat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....