Mengenal Ular Piton, Raksasa Tenang Penjaga Ekosistem

  • 22 Agt 2025 15:44 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Ular piton merupakan salah satu ular terbesar di dunia yang tersebar di wilayah Asia, Afrika, hingga Australia. Di Indonesia, ular ini sangat mudah ditemukan, baik di hutan tropis, perkebunan, persawahan, maupun terkadang mendekati pemukiman warga.

Piton dikenal sebagai ular tidak berbisa, berbeda dengan kobra atau viper. Cara melumpuhkan mangsanya adalah dengan melilit tubuh korban menggunakan otot yang sangat kuat hingga mangsa kehabisan napas. Makanan utama ular piton meliputi tikus, ayam, burung, hingga mamalia kecil. Inilah sebabnya piton sering terlihat di sekitar perkampungan yang memiliki banyak hewan ternak.

Ukuran ular piton bervariasi, mulai dari dua meter hingga dapat mencapai lebih dari delapan meter dengan berat puluhan kilogram. Spesies terbesar yang ditemukan di Indonesia adalah python reticulatus atau sanca kembang, yang juga tercatat sebagai ular terpanjang di dunia.

Meski ukurannya besar, ular piton umumnya tidak agresif terhadap manusia. Serangan hanya terjadi jika ular merasa terganggu atau terancam. Menurut para ahli reptil, keberadaan piton justru bermanfaat bagi ekosistem karena berperan penting dalam mengendalikan populasi hewan pengerat yang bisa menjadi hama pertanian.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, namun tidak membunuh ular piton yang ditemukan. Apabila ada piton yang masuk ke lingkungan rumah atau permukiman, langkah terbaik adalah segera melaporkan ke pihak berwenang seperti BKSDA atau petugas pemadam kebakaran agar dilakukan evakuasi dengan cara yang aman.

“Ular piton bukan satwa berbahaya selama tidak diganggu. Peranannya dalam menjaga keseimbangan alam sangat penting, sehingga kita harus hidup berdampingan dan tetap berhati-hati,” jelas seorang petugas BKSDA.

Dengan mengenal lebih dekat ular piton, diharapkan masyarakat tidak hanya memahami potensi bahayanya, tetapi juga mampu menghargai perannya dalam menjaga keseimbangan alam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....