Orang Lebih Mudah Mengingat Hal Negatif

  • 22 Mei 2025 10:49 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Banyak orang kerap merasa lebih sulit melupakan pengalaman buruk dibandingkan kenangan baik. Fenomena ini ternyata didukung fakta ilmiah yang menunjukkan bahwa otak manusia memang lebih responsif terhadap peristiwa negatif.

Menurut hasil studi dari Journal of Neuroscience (2021), otak memiliki kecenderungan alami yang disebut negativity bias, yaitu kondisi ketika pengalaman buruk lebih cepat disimpan dan diingat dalam memori jangka panjang. Respons ini terjadi karena bagian otak bernama amigdala lebih aktif saat menerima stimulus negatif dibandingkan positif.

Lembaga riset Universitas Indonesia menjelaskan bahwa reaksi ini merupakan mekanisme bertahan hidup yang diwariskan secara evolusioner. Di masa lalu, kemampuan mengingat hal buruk seperti ancaman atau bahaya membantu manusia menghindari situasi berisiko di kemudian hari.

Sebuah survei yang dilakukan American Psychological Association (APA) pada 2022 mencatat bahwa 62% responden mengaku lebih sering terbayang pengalaman buruk daripada kenangan baik. Kondisi ini disebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya tingkat stres dan kecemasan di kalangan masyarakat modern.

Para pakar kesehatan mental menyarankan masyarakat untuk secara aktif membiasakan diri mencatat hal-hal positif setiap hari. Langkah ini dinilai efektif membantu menyeimbangkan memori emosional serta menjaga kesehatan mental di tengah tekanan hidup sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....