Cara Bertanam Jagung Agar Hasilnya Memuaskan

  • 24 Feb 2025 19:25 WIB
  •  Bengkulu

KBRN BENGKULU : Jagung merupakan salah satu pangan penghasil selain gandum dan padi.Tanaman Jagung Berasal dar daerah tropis yang bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.Syarat tumbuh tanaman jagung tidak terlalu ketat dan cara menanam jagung juga tidak terlalu sulit.Berikut adalah cara bertanam jagung agar hasilnya memuaskan:

1. Pemilihan Varietas Jagung yang Tepat

Pilihlah varietas jagung yang sesuai dengan iklim dan kondisi tanah di daerah Anda. Jagung hibrida umumnya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan jagung lokal.

2. Persiapan Tanah

  • Pengolahan Tanah: Olah tanah dengan membajak atau mencangkul untuk memastikan tanah gembur dan tidak ada lapisan keras yang menghalangi pertumbuhan akar.
  • Pemberian Pupuk Organik: Sebelum menanam, beri pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah dan memberikan unsur hara.
  • PH Tanah: Pastikan pH tanah antara 5.5 hingga 7. Jika pH tanah terlalu rendah atau tinggi, tambahkan bahan yang sesuai (kapur untuk pH rendah atau sulfur untuk pH tinggi).

3. Penanaman

  • Jarak Tanam: Jagung membutuhkan ruang untuk tumbuh. Umumnya jarak antar tanaman jagung yang ideal adalah 25–30 cm, dan jarak antar baris sekitar 75 cm.
  • Jumlah Benih: Tanam dua hingga tiga benih per lubang tanam untuk memastikan pertumbuhan yang optimal, kemudian pilih bibit yang terbaik setelah beberapa hari.

4. Penyiraman

Jagung membutuhkan banyak air, terutama saat masa pertumbuhan. Pastikan penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada musim kemarau. Hindari genangan air yang dapat menyebabkan akar membusuk.

5. Pemupukan

  • Pupuk NPK: Setelah tanaman tumbuh sekitar 2 minggu, beri pupuk NPK dengan komposisi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan daun dan akar.
  • Pemupukan Susulan: Pemupukan susulan dilakukan pada umur tanaman sekitar 30–45 hari setelah tanam, dengan memberikan pupuk Urea untuk mempercepat pembungaan dan pemasakan biji.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Pengamatan Rutin: Lakukan pengamatan secara rutin untuk mendeteksi adanya hama atau penyakit seperti wereng, ulat, atau penyakit busuk akar.
  • Penyemprotan Pesticida: Gunakan pestisida yang aman dan sesuai dengan jenis hama yang menyerang. Namun, penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti anjuran dosis.

7. Penyiangan dan Pembubunan

  • Lakukan penyiangan secara berkala untuk menghindari persaingan antara tanaman jagung dan gulma yang dapat menghambat pertumbuhannya.
  • Pembubunan dilakukan dengan menimbun sedikit tanah di sekitar batang jagung untuk memperbaiki sirkulasi udara dan mengurangi pengaruh gulma.

8. Pemantauan Pertumbuhan

  • Pastikan tanaman jagung mendapat cukup sinar matahari. Jagung adalah tanaman yang menyukai sinar matahari langsung.
  • Perhatikan tanaman secara rutin dan segera tangani jika ada tanda-tanda gangguan pertumbuhan.

9. Panen

  • Jagung siap dipanen ketika daun mulai mengering dan biji jagung keras ketika ditekan. Untuk jagung manis, panen dilakukan ketika tongkol masih berwarna hijau, sedangkan untuk jagung pipil, biarkan hingga tongkol mengering sempurna.
  • Lakukan panen pada waktu yang tepat untuk menghindari kehilangan hasil.

10. Pengolahan Pascapanen

  • Segera lakukan pemrosesan jagung setelah panen untuk menghindari pembusukan atau kerusakan. Jagung bisa dijual dalam bentuk tongkol atau dipipil tergantung tujuan pasar.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan hasil jagung yang optimal dan memuaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....