Kenali Milia dan Cara Mengatasinya
- 28 Jan 2025 01:35 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Milia adalah benjolan atau bintik-bintik kecil berwarna putih yang muncul di area wajah, seperti di bawah mata, hidung, dan pipi. Kondisi ini sering dialami oleh bayi baru lahir, namun umumnya dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Meski begitu, milia tetap bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dan membutuhkan waktu yang lebih lama hingga beberapa bulan untuk menghilang.
Milia sering dianggap sama dengan miliaria atau biang keringat, padahal kedua kondisi ini berbeda. Miliaria ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di kulit dan terasa nyeri atau gatal. Miliaria terjadi karena kelenjar keringat mengalami penyumbatan.
Gejala utama milia adalah munculnya bintik-bintik berwarna putih dan bergerombol di area wajah. Bintik-bintik atau benjolan tersebut berukuran sangat kecil dengan diameter 1–2 mm. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa kurang nyaman, namun tidak terasa nyeri.
Milia juga bisa berubah warna menjadi kemerahan apabila mengalami iritasi, misalnya akibat bergesekan dengan pakaian atau sprei yang berbahan kasar. Beberapa area kulit yang paling sering menjadi tempat munculnya milia adalah rahang, bagian dalam mulut, dada, alat kelamin, dahi, kelopak mata, hidung, belakang telinga, pipi dan kulit kepala.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab milia. Namun secara umum, kondisi ini bisa terjadi karena terdapat keratin atau sel kulit mati yang terperangkap di bawah permukaan kulit. Di samping itu, beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi munculnya milia pada orang dewasa diantaranya:
1. Paparan sinar matahari yang berlebihan, sehingga membuat sel-sel kulit mati tidak mengelupas secara normal dan terperangkap di bawah kulit.
2. Produk perawatan kulit yang tidak terserap oleh kulit dengan baik.
3. Pengolesan krim petroleum jelly. Krim ini digunakan agar kulit lebih lembap dan halus, namun krim petroleum jelly juga dapat meningkatkan risiko munculnya milia karena berpotensi menyumbat pori-pori kulit.
4. Penggunaan krim steroid dalam jangka panjang.
5. Kerusakan pada kulit akibat trauma kulit, misalnya karena prosedur dermabrasi (prosedur pengelupasan lapisan kulit terluar untuk menghaluskan kulit).
6. Mengidap masalah kulit tertentu, misalnya rosacea, eksim, dan ketombe.
Munculnya masalah kulit seperti milia juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup yang kurang sehat, mulai dari kebersihan kulit kurang terjaga, kurang tidur, penggunaan produk skincare yang tidak sesuai dengan tipe kulit, menggunakan pakaian dengan bahan kasar atau pemakaian produk kosmetik yang berpotensi menyumbat pori-pori kulit.
Milia pada bayi umumnya tidak memerlukan perawatan atau prosedur khusus karena bisa hilang dengan sendirinya. Sementara pada orang dewasa, milia biasanya memerlukan waktu hingga beberapa bulan untuk bisa hilang sepenuhnya, sehingga diperlukan prosedur yang bisa mempercepat hilangnya milia.
Pilihan prosedur yang biasanya dilakukan sebagai pengobatan milia adalah sebagai berikut:
1. Abrasi laser, menghilangkan milia dengan laser.
2. Diathermy, menghilangkan milia menggunakan suhu panas.
3. Chemical peeling, prosedur pengelupasan lapisan kulit paling luar (epidermis) dengan bantuan bahan kimia.
4. Deroofing, mengeluarkan isi milia menggunakan jarum steril.
5. Dermabrasi, prosedur pengelupasan epidermis menggunakan alat khusus.
6. Obat antibiotik oral atau krim isotretinoin, digunakan untuk kasus milia en plaque.
7. Krioterapi, pembekuan dan penghancuran benjolan milia dengan nitrogen cair.
Pada orang dewasa, kunci utama dalam mencegah milia adalah menjaga kesehatan kulit. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kulit, di antaranya:
1. Menggunakan produk skincare yang sesuai dengan tipe kulit.
2. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B dan E yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.
3. Menjaga kebersihan kulit dengan rutin mencuci muka menggunakan sabun wajah.
4. Hindari penggunaan produk skincare yang mengandung kortikosteroid tanpa anjuran dari dokter.
Melindungi kulit dari paparan sinar matahari menggunakan sunscreen minimal SPF 30.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....