Mengenal Manfaat Meniran, Bukan Rumput Biasa

  • 19 Des 2024 22:55 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Rumput meniran bisa ditemui tumbuh di sekitaran rumah, bahkan tumbuhan liar ini terkadang cukup merepotkan karena memiliki buah di sepanjang tulang daun yang cukup bamyak sehingga ketika sudah cukup tua dan jatuh ke tanah bisa tumbuh sangat banyak.

Kendati dianggap sebagai gulma, siapa sangka ternyata rumput meniran memliki manfaat yang cukup banyak karena ternyata memiliki banyak kandungan senyawa seperti alkaloid, damar, flavonoid, kalium, lignan, saponin, dan tanin.

Rumput meniran memiliki batang bulat tidak bergetah dan bercabang yang berwarna hijau. Daunnya bersirip dengan jumlah genap. Setiap tangkai terdiri dari daun majemuk berukuran kecil yang berbentuk bulat telur.

Tumbuhan ini juga tidak terlalu tinggi dengan panjang daun sekitar 5 mm, sedangkan lebarnya 3 mm. Di bagian bawah daun terdapat bintik berwarna kemerahan. Memiliki bunga berwarna putih kehijauan yang melekat pada ketiak daun dan menghadap ke bawah.

Merujuk dari berbagai sumber, meniran hijau (Phyllanthus niruri L) yang sudah dikenal lama untuk pengobatan berbagai penyakit diantaranya melancarkan air seni (diuretik), meningkatkan daya tahan tubuh (immunomodulator), dan menurunkan demam. Manfaat lain dari meniran adalah mengobati sakit maag, menghilangkan nyeri haid, mengobati sakit malaria, menyembuhkan sakit gigi, menurunkan berat badan, menyembuhkan luka bakar dan mengobati epilepsi.

Selain itu, dapat juga digunakan sebagai obat anti diare, pelindung hati dari racun (hepatotoksik) dan menurunkan kadar glukosa darah (Noorhamdani, 2006).

Ekstrak daun meniran merupakan salah satu obat herbal yang dimanfaatkan sebagai obat anti radang dan penghambat pembusukan luka. Daun segarnya telah dimanfaatkan sejak lama sebagai obat batuk, dan diaphoretik, sedangkan buahnya dimanfaatkan sebagai karminatif, obat pencahar, astringent, diuretik, diaphoretik dan obat liver.

Bagi masyarakat Sarmi dan beberapa daerah lainnya di Papua, tanaman ini digunakan untuk penyakit gangguan ginjal dan malaria. Meski memiliki banyak khasiat, dalam buku “Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia” (1996) karya H. M. Hembing Wijayakusuma, diingatkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi meniran dapat menyebabkan impotensi (lemah syahwat).

Cukup ambil daun meniran seberat 10–30 gram, lalu direbus dalam 400 mililiter air yang sudah mendidih selama 15-30 menit, kemudian siap diminum. Takaran tersebut berlaku untuk satu kali minum. Jika perlu minum 2-3 kali sehari dan jumlahnya bisa disesuaikan. Aturan minum air rebusan meniran disesuaikan dengan kebutuhan.

Jika diminum ketika dalam keadaan sehat maka cukup satu sampai dua kali sehari. Sementara untuk pengobatan atau membantu proses penyembuhan suatu penyakit sebaiknya diminum dua sampai tiga kali dalam sehari. (Lns)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....