Sebanyak 373.879 Warga Bengkulu Terima Program MBG

  • 30 Agt 2026 10:59 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu — Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mencatat sebanyak 373.879 warga di Provinsi Bengkulu telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir Agustus 2026. Anggaran yang telah disalurkan untuk pelaksanaan program tersebut mencapai Rp667,43 miliar.

Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardhana, mengatakan jumlah penerima manfaat tersebut menunjukkan pelaksanaan program MBG terus berkembang di Bengkulu. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Untuk penerima program MBG hingga akhir Agustus 2026 sebanyak 373.879 orang dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp667,43 miliar,” kata Irfan, Minggu 30 Agustus 2026.

Menurut Irfan, program MBG saat ini terus diperluas agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Provinsi Bengkulu. Perluasan program juga diikuti penguatan tata kelola dan pengawasan agar penggunaan anggaran berjalan efektif dan akuntabel.

Pemerintah juga memperkuat pemenuhan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Langkah tersebut dilakukan agar makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan sekaligus memastikan manfaat program dirasakan masyarakat secara optimal.

Irfan menjelaskan pelaksanaan MBG di Bengkulu menunjukkan perkembangan signifikan karena hingga Agustus 2026 telah diterapkan di seluruh 10 kabupaten dan kota. Perluasan tersebut membuat cakupan layanan program semakin merata di berbagai wilayah.

Berdasarkan data Regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu, sebanyak 143 SPPG telah beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan gizi penerima manfaat. Keberadaan SPPG tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung distribusi makanan bergizi kepada masyarakat.

Selain memberikan manfaat di bidang pemenuhan gizi, program MBG juga berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja dan aktivitas ekonomi daerah. Hingga Agustus 2026, pelaksanaan MBG telah menyerap 7.360 tenaga kerja dan melibatkan 1.094 pemasok bahan baku makanan.

“Kami juga memastikan setiap SPPG dapat terintegrasi dengan sistem rantai pasok daerah. Kemitraan langsung antara dapur gizi dengan petani, peternak, serta pelaku UMKM lokal terus didorong,” ujar Irfan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....