Bung Kus Pantau Arus Balik Pantai Barat Bengkulu
- 01 Apr 2025 17:24 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Situasi dan kondisi arus balik Idul Fitri 1446 H mendapat perhatian khusus RRI Pusat dengan melakukan liputan monitoring. Monitoring arus balik ini terbagi menjadi dua tim, yakni Sumatera dan Jawa.
Monitoring di Pulau Sumatera sendiri mencakup Provinsi Bengkulu yang dijangkau melalui perjalanan darat dan udara. Tim monitoring melalui perjalanan darat masih dalam perjalanan.
Sementara anggota tim yang melakukan perjalanan udara telah tiba pada Selasa (1/4) siang, yakni Mohamad Kusnaeni, Anggota Dewan Pengawas RRI. Bung Kusnaeni atau Bung Kus, sapaan populernya, disambut Kabag TU LPP RRI Bengkulu T. Harris didampingi Ketua Tim KMB LPP RRI Bengkulu, Feby Prapita Sari.
Kepada RRI Bengkulu, Bung Kus menyampaikan bahwa situasi arus balik saat ini sudah mulai padat dengan trafik yang tinggi. Menurut pengamat sepak bola nasional ini, kondisi arus balik tersebut menandakan bahwa antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini luar biasa.
Karena itu, Bung Kus mengingatkan agar para pemudik tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan baik, terutama fisik dan kesehatan. Apalagi kondisi cuaca yang masih dalam proses transisi.
Seperti yang ia alami sendiri hari ini dimana saat berangkat dari Jakarta diguyur hujan hingga penerbangan sempat tertunda 30 menit, namun saat tiba di Bengkulu justru disambut dengan cuaca yang sangat cerah (panas).
Dikatakan Bung Kus, Bengkulu yang masuk dalam rute lintas Pantai Barat memang tidak seramai Pantai Timur. Namun dengan perkembangan jaringan transportasi yang semakin baik, kata dia, mestinya tak ada lagi kesulitan terhadap akses ke kota-kota di seluruh Sumatera.
"Saya yakin ke depan jalur Pantai Barat akan menjadi salah satu rute pilihan bagi pemudik yang ingin ke Sumatera Barat dan Bengkulu bahkan mungkin ke wilayah-wilayah selanjutnya. Kalau sekarang mungkin rute Pantai Timur dipilih karena ada jalan tol, tapi ke depan tak mustahil orang akan memilih rute Pantai Barat yang memiliki kawasan alam yang indah," paparnya.
Bung Kus mengakui, rute perjalanan Bengkulu-Padang atau sebaliknya menawarkan panorama alam yang indah karena rute perjalanan ini ada di sepanjang pesisir pantai yang sangat indah. "Saya pernah melakukan perjalanan itu beberapa tahun yang lalu. Dan saya berharap, rekan-rekan RRI yang melakukan perjalanan Padang-Bengkulu bisa menikmati," katanya.
Menurut Bung Kus, selain membantu para pemudik dengan laporan terkait kondisi dan situasi arus balik di berbagai titik, kehadirannya di Bengkulu juga dalam rangka menekankan kepada para pewarta RRI Bengkulu agar dapat membantu pemudik dengan laporan yang bermanfaat.
"Iya, di Bengkulu, saya akan membantu para pemudik memberikan laporan terkait situasi arus mudik. Bukan hanya di bandara, tetapi juga di terminal dan berbagai tempat dimana menjadi titik persinggahan para pemudik. Saya juga berharap, rekan-rekan RRI Bengkulu tak sekedar melaporkan situasi lalu lintas, tetapi lebih dari itu adalah beyond the google map," katanya.
Ia menjelaskan, beyond the google map itu artinya menyampaikan hal-hal lain yang tidak ditemukan melalui bantuan mesin pencari google. "Jadi tidak sekedar situasi lalu lintas, tapi kita harus lebih dari itu. Misalnya melaporkan situasi di jalanan: apakah mudah mendapatkan tempat mengisi bahan bakar minyak? Apakah mudah mendapatkan akses sinyal seluler? Mudah mendapatkan pelayanan kesehatan, dll., yang mungkin dibutuhkan para pemudik," jelasnya.
Sebagai pesan khusus kepada pemudik, Kusnaeni juga berharap agar mereka dapat memanfaatkan momen perjalanan mudik ini dengan sebaik-baiknya, terutama untuk bisa memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
"Kepada para pemudik, baik yang menuju Sumatera dan sebaliknya. Atau menuju kawasan Jawa dan sebaliknya, agar memanfaatkan kesempatan mudik ini untuk lebih mengenal Indonesia. Indonesia ini sangat luas, sangat beragam. Semakin kita mengenal itu semakin besar dan tebal kita mencintai Indonesia," tandasnya.