Makam Raja Pematang Siantar Tetap Terawat

  • 30 Agt 2024 22:33 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Situs sejarah membuktikan bahwa pada masa Hindia Belanda di Bengkalis Berkuasa banyak peninggalan yang masih tetap terawat dan di jaga, salah satunya adalah makam Raja Pematang Siantar Sang Naulah Damanik.

Dikatakan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis Alwizar bahwa sampai saat ini beberapa situs sejarah yang membuktikan Pulau Bengkalis ini sudah ada pada abad 18.

Alwizar menyebutkan salah satunya adalah ditemukannya Makam Raja Siantar Sang Naulah Damanik yang pernah ada di Bengkalis pada tahun 1882-1906 M.

"Berdasarkan Ensiklopedia Bengkalis jilid 2, ketika menjadi raja, sang Naulah Damanik sering mendapatkan perlawanan dari pemerintah Belanda yang ingin menguasai daerah pedalaman untuk mendapatkan rempah-rempah," kata Alwizar Jum'at (30/8/2024).

Dari sejarahnya ini telah membuktikan bahwa Raja asal pematang Siantar ini sudah ikut berjuang di pulau Bengkalis, ketika menjadi raja, Sang Naulah Damanik berusaha membina rakyat di wilayah kekuasaannya, merintis jalan umum sebagai sarana memperlancar ekonomi rakyat dari desa ke desa dan langsung terjun pedesaan dalam rangka memelihara persaudaraan persatuan rakyat dan pejabat kerajaan.

Dikutip dari Aplikasi Bengkalis menawan milik Disparbudpora Bengkalis, pada tahun 1901 Raja Sang Naulah masuk Islam dan berusaha menyebarkan agama Islam dan mengadakan pengajian di Una Bolag (ladang).

sampai akhirnya tahun 1906 Raja Sang Naulah Damanik dikenakan hukuman internering (tahanan politik) dan di asingkan ke Bengkalis hingga akhirnya meninggal di Bengkalis yang saat ini makamnya terletak di Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis Riau.

Makam ini setiap tahunnya dikunjungi para keluarga besar pematang Siantar yang bertujuan untuk berziarah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....