Enam Negara Tawarkan Insentif bagi Warga yang Mau Datang dan Menetap
- 30 Sep 2026 01:03 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Sejumlah negara dan pemerintah daerah menawarkan berbagai insentif untuk menarik penduduk baru. Program tersebut umumnya diterapkan di wilayah yang mengalami penurunan jumlah penduduk, kekurangan tenaga produktif, atau membutuhkan penduduk baru untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Insentif yang diberikan pun beragam. Ada yang berbentuk bantuan membeli atau merenovasi rumah, dana bagi pekerja jarak jauh hingga pendanaan bagi pengusaha rintisan. Namun, calon pendatang tetap harus memenuhi persyaratan imigrasi dan ketentuan masing-masing program.
Dikutip dari berbagai sumber, salah satunya Regional Revitalization Japan, berikut enam negara yang memiliki atau pernah menjalankan program insentif bagi pendatang baru:
1. Italia
Italia menjadi salah satu negara yang cukup aktif memberikan insentif untuk menghidupkan kembali daerah-daerah yang mengalami penyusutan penduduk. Pada 2026, Pemerintah Daerah Sardinia memperkuat program antipenyusutan penduduk dengan menyediakan bantuan untuk pembelian maupun renovasi rumah pertama di kota-kota kecil dengan jumlah penduduk hingga 5.000 orang.
Besaran bantuan dapat mencapai 50 persen dari pengeluaran yang memenuhi syarat, dengan nilai maksimal 15.000 euro untuk setiap penerima dan keluarganya. Prioritas antara lain diberikan kepada mereka yang memindahkan tempat tinggal dari wilayah lain atau dari luar negeri, keluarga muda, keluarga dengan anak, serta pemohon berusia di bawah 40 tahun.
2. Irlandia
Irlandia memiliki kebijakan Our Living Islands yang bertujuan mempertahankan kehidupan masyarakat di pulau-pulau lepas pantainya. Melalui skema renovasi properti kosong, bantuan untuk rumah kosong di pulau yang memenuhi persyaratan dapat mencapai 60.000 euro, sementara properti yang dikategorikan terlantar atau rusak dapat memperoleh bantuan hingga 84.000 euro.
Namun, dana tersebut bukan uang tunai yang diberikan hanya karena seseorang pindah ke Irlandia. Bantuan digunakan untuk biaya renovasi properti yang memenuhi ketentuan. Properti antara lain harus telah kosong sedikitnya dua tahun dan pemohon harus memiliki atau sedang dalam proses membeli properti tersebut. Program ini juga tidak otomatis memberikan hak tinggal atau izin imigrasi di Irlandia.
3. Swiss
Desa Albinen di Swiss pernah menarik perhatian dunia karena menawarkan insentif kepada penduduk baru. Program tersebut dibuat sebagai salah satu upaya menghadapi berkurangnya jumlah penduduk di kawasan pegunungan.
Dalam skema yang diperkenalkan pemerintah desa, pendatang berusia di bawah 45 tahun yang memenuhi ketentuan dan berinvestasi untuk tempat tinggal di Albinen dapat memperoleh bantuan 25.000 franc Swiss. Program tersebut memiliki sejumlah persyaratan sehingga bukan berarti siapa saja yang datang sebagai wisatawan dapat langsung memperoleh uang.
4. Spanyol
Wilayah Extremadura, Spanyol, menjalankan program untuk menarik pekerja jarak jauh atau digital nomad agar menetap di wilayah tersebut. Program tahap pertama memberikan bantuan 8.000 euro, sementara kelompok tertentu termasuk perempuan, mereka yang berusia di bawah 30 tahun, atau yang menetap di daerah berpenduduk kurang dari 5.000 jiwa dapat memperoleh 10.000 euro. Program juga memiliki tahap lanjutan bagi penerima yang mempertahankan tempat tinggal lebih lama.
Meski demikian, pendaftaran program tahap pertama yang dipublikasikan pemerintah Extremadura telah ditutup. Karena itu, calon peminat perlu memeriksa pembukaan program berikutnya dan tidak menganggap insentif tersebut selalu tersedia.
5. Chile
Chile memiliki pendekatan berbeda. Negara Amerika Selatan ini menarik pendatang, khususnya pengusaha teknologi, melalui program Start-Up Chile.
Program akselerator pemerintah tersebut terbuka bagi perusahaan rintisan dari Chile maupun luar negeri. Pada 2026, peserta terpilih dalam program Build, Ignite dan Growth dapat memperoleh pendanaan equity-free atau tanpa menyerahkan kepemilikan saham, dengan nilai berbeda sesuai tahap perkembangan perusahaan.
Pemerintah Chile melalui CORFO menyebut pendanaan bagi startup terpilih dapat berkisar dari 15 juta hingga 75 juta peso Chile. Program ini juga telah menarik pengusaha dari berbagai negara untuk mengembangkan bisnis mereka di Chile.
6. Jepang
Jepang juga dikenal menjalankan berbagai kebijakan untuk mendorong perpindahan penduduk dari kota besar menuju daerah yang mengalami penyusutan populasi. Insentif biasanya dijalankan bersama pemerintah daerah dan ditujukan kepada kelompok yang memenuhi persyaratan tertentu, bukan kepada setiap warga asing yang datang.
Bentuk dukungannya dapat berkaitan dengan relokasi, pekerjaan, keluarga maupun pembukaan usaha di daerah. Karena skema dan besarannya berbeda antarwilayah, calon pendatang perlu memeriksa program pemerintah daerah tujuan serta persyaratan visa dan izin tinggal sebelum mengajukan permohonan.
Meski terdengar menggiurkan, istilah “negara membayar orang untuk pindah” perlu dipahami secara hati-hati. Sebagian besar program tersebut tidak memberikan uang secara cuma-cuma kepada siapa saja yang datang.
Penerima biasanya harus memenuhi persyaratan seperti membeli atau merenovasi rumah, menetap selama beberapa tahun, bekerja dari wilayah tersebut, mendirikan usaha, atau memenuhi ketentuan usia dan kependudukan.
Selain itu, insentif daerah tidak otomatis memberikan visa atau izin tinggal kepada warga negara asing. Karena itu, masyarakat Indonesia yang tertarik mengikuti program semacam ini perlu memastikan terlebih dahulu aturan imigrasi, persyaratan program, biaya hidup, perpajakan, serta status terbaru pendaftarannya.
Program insentif tersebut pada dasarnya menjadi strategi sejumlah wilayah untuk mengatasi penyusutan penduduk sekaligus menarik tenaga produktif, keluarga muda dan pelaku usaha agar ikut menghidupkan perekonomian masyarakat setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....