Granada, Benteng Terakhir Peradaban Islam yang Masih Memikat Dunia

  • 11 Jul 2026 19:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Kota Granada di wilayah Andalusia, Spanyol, menjadi salah satu destinasi yang menyimpan jejak paling penting dalam sejarah peradaban Islam di Eropa. Kota ini dikenal sebagai benteng terakhir pemerintahan Islam sebelum berakhirnya kekuasaan Dinasti Nasrid pada 1492.

Hingga kini, Granada masih mempertahankan berbagai peninggalan bersejarah yang menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia, khususnya mereka yang ingin mempelajari sejarah Islam di Andalusia. Bangunan-bangunan bergaya Moor, jalanan sempit khas kota tua, hingga kompleks Istana Alhambra menjadi saksi kejayaan Islam yang pernah bertahan selama hampir delapan abad di Semenanjung Iberia.

Perjalanan menuju Granada dapat ditempuh menggunakan kereta api dari Sevilla dengan waktu sekitar tiga jam. Setibanya di kota tersebut, nuansa sejarah langsung terasa melalui arsitektur bangunan yang masih terawat dan suasana kota yang sarat nilai budaya.

Salah satu lokasi yang menjadi tujuan wisata adalah kawasan Alcaicería. Dahulu, kawasan ini merupakan pasar sutra terbesar di Granada sekaligus pusat perdagangan penting yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Jalur Sutra atau Silk Road. Kini, Alcaicería dipenuhi toko suvenir, kerajinan tangan, serta berbagai produk khas Andalusia yang tetap mempertahankan desain arsitektur peninggalan masa Islam.

Selain menjadi pusat wisata sejarah, Granada juga dikenal sebagai kota yang ramah bagi wisatawan Muslim. Berbagai restoran halal mudah ditemukan, terutama di kawasan Albaicín dan Calderería Nueva yang banyak dihuni komunitas Muslim dari Maroko, Suriah, Palestina, hingga warga Spanyol yang memeluk Islam.

Dari kawasan Albaicín, wisatawan dapat menikmati panorama Istana Alhambra dari Mirador San Nicolás. Lokasi ini menjadi salah satu titik terbaik untuk menyaksikan keindahan benteng sekaligus istana yang menjadi simbol kejayaan Dinasti Nasrid.

Keberadaan Masjid Granada juga menambah daya tarik wisata religi di kota tersebut. Meski baru dibangun pada awal tahun 2000-an, masjid ini menjadi simbol kebangkitan komunitas Muslim di Granada setelah berabad-abad tidak memiliki masjid besar sejak runtuhnya kekuasaan Islam di Andalusia.

Pemandu wisata asal Indonesia yang menetap di Granada, Michael, menjelaskan kota ini masih menyimpan banyak warisan Islam yang dapat dilihat dari arsitektur, tata kota, hingga penggunaan sejumlah kosakata bahasa Arab yang masih bertahan dalam bahasa Spanyol.

Menurutnya, Granada merupakan destinasi yang sangat tepat bagi wisatawan yang ingin memahami perjalanan sejarah Islam secara langsung.

"Granada sangat layak dikunjungi karena hampir setiap sudut kotanya menyimpan cerita sejarah. Alhambra menjadi puncak perjalanan untuk memahami bagaimana peradaban Islam berkembang di Andalusia," ujarnya.

Selain wisata sejarah, Granada juga menawarkan pengalaman budaya yang beragam. Wisatawan dapat menikmati kuliner khas Andalusia, mengunjungi kawasan perdagangan tradisional, hingga berinteraksi dengan masyarakat multikultural yang hidup berdampingan di kota tersebut.

Keindahan Granada bukan hanya terletak pada bangunan-bangunan bersejarahnya, tetapi juga pada nilai-nilai peradaban yang masih dapat dipelajari hingga sekarang. Kota ini menjadi pengingat bahwa Islam pernah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, arsitektur, seni, dan perdagangan di Eropa.

Bagi wisatawan Indonesia, Granada menjadi destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan bangunan bersejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual sekaligus edukasi mengenai perjalanan panjang peradaban Islam di dunia. Tak heran jika kota ini terus menjadi salah satu tujuan utama wisata sejarah Islam di Spanyol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....