Sekolah Alam Mangrove di Sungai Apit Tanamkan Kepedulian Lingkungan sejak Dini

  • 22 Jun 2026 19:01 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Siak – Kelompok Masyarakat (Pokmas) Laskar Mandiri menggelar kegiatan Sekolah Alam di Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Kampung Kayu Ara Permai, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda sejak usia dini.

Ketua Pokmas Laskar Mandiri Ekowisata Mangrove Sungai Bersejarah, Khaidir, mengatakan program Sekolah Alam telah berjalan lebih dari dua tahun dan saat ini membina 40 peserta didik tingkat SD hingga SMP.

Menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan itu menjadi sarana pembelajaran sekaligus pembentukan karakter bagi anak-anak agar memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.

"Perubahan iklim menjadi tantangan yang nyata. Karena itu, anak-anak sengaja ditempa untuk mencintai alam dan menjadi penjaga ekosistem mangrove di masa depan," kata Khaidir.

Ia menjelaskan, peserta mendapatkan materi tentang ekologi mangrove, pendidikan karakter berbasis lingkungan, serta pengenalan kondisi alam di sekitar mereka. Melalui pendekatan belajar di alam terbuka, diharapkan lahir generasi yang memahami pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari PT Imbang Tata Alam (ITA). Area Manager PT ITA, Hadi Purnawan, menyatakan perusahaan berkomitmen mendukung pelestarian lingkungan dan berbagai upaya pengurangan emisi karbon melalui program berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kecintaan terhadap alam dan kesadaran menjaga lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

"Menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Semoga Sekolah Alam ini menjadi inspirasi dan dapat hadir di kampung-kampung lain," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Syamsurizal juga meresmikan Rumah Bibit Mangrove Sekolah Alam Bakau yang akan difungsikan sebagai pusat pembibitan mangrove sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian kawasan pesisir.

Keberadaan Sekolah Alam dan Rumah Bibit Mangrove diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi lingkungan di Kabupaten Siak, sekaligus menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....