Desa Balai Pungut Kembangkan Wisata Berbasis Potensi Lokal

  • 17 Nov 2025 00:22 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Program pendampingan desa wisata yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus menunjukkan hasil positif. Melalui serangkaian pelatihan, survei, dan wawancara mendalam dengan masyarakat, tim menemukan beragam potensi alam, budaya, dan sejarah yang kuat di Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.

PIC Desa Wisata UMRI–PHR, Delovita Ginting, mengungkapkan bahwa desa ini memiliki kekayaan potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan.

Baca juga: Bengkalis dan Rupat: Dua Keindahan Tersembunyi

“Dari hasil pelatihan dan wawancara dengan masyarakat, kami melihat potensi alam, sejarah, dan budaya yang luar biasa. Salah satunya adalah sungai yang dikenal sebagai Tepian Batang Mandau,” ujar Delovita, Sabtu (15/11/2025).

Selain keindahan alam, Desa Balai Pungut juga memiliki situs sejarah penting, seperti rumah adat, makam tokoh penyebar Islam, dan peninggalan-peninggalan budaya lain di beberapa dusun. Delovita menjelaskan bahwa desa ini juga menyimpan jejak sejarah energi Indonesia.

“Di sini terdapat Monumen Nederland Petroleum yang dulunya merupakan lokasi pengeboran minyak bumi pertama oleh perusahaan Belanda atau PT Caltex Pacific Indonesia. Dari situlah lahir gagasan menjadikan Balai Pungut sebagai desa wisata sejarah,” tambahnya.

Salah satu daya tarik utama adalah Tepian Batang Mandau yang kini berkembang pesat. Melalui penyelenggaraan lomba memancing dan pacu sampan, desa ini berhasil mendatangkan hampir 1.000 wisatawan dari dalam dan luar desa.

“Tepian Batang Mandau punya prospek luar biasa. Event yang digelar mampu menghadirkan ribuan wisatawan dan ini menunjukkan potensi keberlanjutan yang sangat baik,” ungkap Delovita.

Program pendampingan desa wisata ini telah berjalan sejak Juli 2025 dan akan berakhir pada Desember 2025. Salah satu fokus utama adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama pada aspek kelembagaan desa wisata.

“Kelembagaan adalah kunci. Melalui pelatihan, kami membantu desa untuk menyusun struktur, merencanakan program, mengelola, hingga mengevaluasi kegiatan wisata agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama,” jelasnya.

Selain pelatihan kelembagaan, masyarakat juga mendapat pelatihan penyusunan destinasi wisata prioritas agar dapat menentukan objek unggulan yang akan dikembangkan.

Pelatihan kuliner (gastronomi) bagi UMKM turut menjadi bagian penting. Desa Balai Pungut diketahui memiliki potensi pangan lokal, seperti ubi yang diolah menjadi ubi mangalau, pengganti nasi yang mulai diminati, serta berbagai olahan ikan hasil tangkapan dari Sungai Tepian Batang Mandau.

“Sumber daya alam di Balai Pungut sangat kaya. Produk UMKM seperti ubi mangalau dan olahan ikan sungai punya peluang besar menjadi kuliner khas desa wisata,” tutup Delovita.

Baca juga :Pesona Pantai Tenggayun: Keindahan Tersembunyi di Bengkalis

Upaya pengembangan desa wisata Balai Pungut ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas budaya dan sejarah desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....