Gema Kacip Tembaga Menggetarkan Panggung KSM Batam 2025
- 19 Mei 2025 10:39 WIB
- Bengkalis
KBRN, Bengkalis: Suasana hangat di Harbour Bay, Batam, pada Minggu malam, 18 Mei 2025, menjadi saksi penampilan mengguncang dari Rumah Budaya Kacip Tembaga, Sanggar seni dari Sungai Pakning, Bengkalis, Riau. Ribuan pasang mata terpukau dalam pagelaran Kenduri Seni Melayu (KSM) ke-26 yang digelar megah dan sarat makna budaya.
Mengusung tema "Mantra Melayu Sakti", Kacip Tembaga tampil menghipnotis penonton lewat musikalisasi puisi penuh syair Melayu pesisir. Komposisi musik digarap oleh Zalfandri Zainal alias Mat Rock Sejangat bersama Ridho, Iben, Adi Atong, Yoga, Komo, dan Daus. Alunan magis musik ini berpadu dengan pembacaan puisi karya Jefri Al Malay, menciptakan suasana mistis yang menghanyutkan.
"Puisi dan musik yang kami tampilkan adalah cermin roh Melayu. Kami ingin membawa aura warisan leluhur ke tengah panggung dunia," ujar Jefri Al Malay, Presiden Penyair Asia Tenggara yang juga menjadi penampil utama malam itu.
Pertunjukan kian sempurna dengan hadirnya gerakan silat bunga Melayu dari Dedek Minah, Wawan, dan Erwin. Gerakan halus namun tegas itu mencerminkan napas budaya yang masih hidup di dada generasi muda pesisir.
“Ini bukan sekadar tampil. Ini cara mereka menyuarakan jati diri Melayu,” puji Ephan Syahrial, panitia KSM Batam. Ia menyebut Kacip Tembaga sebagai salah satu penampil paling otentik tahun ini. “Tahun depan, Insya Allah mereka akan kami undang kembali,” tambahnya.
Lavina, seorang warga Batam yang menyaksikan langsung pertunjukan ini, turut memberikan kesannya. “Saya merinding sepanjang pertunjukan. Pembacaan puisinya menggelegar, musiknya menyayat tapi indah, dan silatnya memukau,” ujarnya penuh haru.
Di bawah kepemimpinan Erwin Syah Putra (ketua), bersama Supriandi (sekretaris), Wawan Irnawan (bendahara), dan Andhika (wakil ketua), Kacip Tembaga tumbuh sebagai sanggar muda yang solid dan diisi seniman senior. Tiga tokoh senior – Jefri Al Malay, Mat Rock Sejangat, dan Ridho – duduk sebagai dewan penasehat. Ketiganya merupakan alumni Akademi Melayu Riau (AKM) dan telah membawa seni Melayu ke panggung nasional hingga internasional.
KSM Batam sendiri adalah agenda tahunan seni budaya berskala internasional yang telah berlangsung sejak 1999 dan menjadi bagian dari program Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Tahun ini, perwakilan dari lebih 10 negara sahabat ikut serta, menjadikan KSM sebagai barometer eksistensi budaya Melayu dunia.
Tak hanya aktif di luar daerah, Kacip Tembaga juga rutin menggelar Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana di kampung halaman mereka. Festival tahunan yang akan memasuki jilid ke-3 pada September mendatang ini menghadirkan sanggar-sanggar besar dan berbagai lomba khas Melayu seperti langgam, layang waw, gasing, hingga fashion show adat.
Kacip Tembaga terus menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar sanggar seni—mereka adalah suara Melayu yang hidup, bernyawa, dan kini menggema hingga ke penjuru dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....