Pemetaan Kondisi UMKM di Desa Mentayan dan Potensi Pengembangannya
- 31 Agt 2026 22:14 WIB
- Bengkalis
RRI CO.ID, Bengkalis - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan usaha ekonomi produktif yang dijalankan oleh individu atau badan usaha yang berukuran kecil dengan bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.
UMKM berperan dalam pemerataan tingkat perekonomian rakyat karena berada di berbagai tempat dan bahkan menjangkau daerah pelosok sehingga masyarakat tidak perlu harus pergi ke kota untuk memperoleh penghidupan yang layak. Salah satu daerah pelosok yang bisa dijangkau oleh UMKM adalah pedesaan, yang mana merupakan salah satu daerah yang sering mendapatkan bantuan berupa pemberdayaan UMKM, terlebih lagi dalam proses produksi dan pemasaran secara digital.

Keberadaan UMKM menjadi semakin penting di wilayah pedesaan karena kegiatan usaha yang berkembang di tingkat lokal dapat mendorong perputaran ekonomi masyarakat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pusat perekonomian yang terdapat di perkotaan. Dalam konteks pembangunan ekonomi perdesaan, UMKM dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat karena mampu menghubungkan potensi lokal dengan kegiatan ekonomi yang memiliki nilai tambah. Salah satu daerah pelosok di Indonesia dengan kondisi UMKM yang mampu melaksanakan hal tersebut adalah Mentayan, sebuah desa di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, yang memiliki potensi ekonomi berbasis pertanian dan agrowisata.
Potensi ekonomi yang ada di Desa Mentayan meliputi sektor pertanian padi seluas 200 hektare, perkebunan kelapa sawit dan tanaman pangan, peternakan, perikanan serta agrowisata berbasis hutan mangrove di kawasan pantai yang berperan sebagai penyangga pantai sekaligus basis pengembangan wisata edukatif dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Akan tetapi, dengan potensi yang dimiliki tersebut, Desa Mentayan masih mengalami hambatan dalam pengembangan dan pemasaran UMKMnya, salah satunya terkait dengan rendahnya pengetahuan mengenai literasi digital.
Dari berbagai UMKM yang ada di Desa Mentayan, terdapat 10 UMKM yang mendominasi di desa tersebut dan terbagi pada sektor barang dan jasa. Pada sektor barang, terdapat 8 UMKM, yaitu Bunda Hasyim, Toko Rizky, Bakso dan Mie Ayam Pakde Joko, Toko Abila, Toko Suci, Nina Taylor, Gerai Ndok dan Ramuan Cik Odah. Latar belakang pendirian dari beberapa UMKM tersebut memiliki kemiripan, di antaranya untuk menambah penghasilan keluarga, memanfaatkan kemampuan atau potensi dan peluang yang dimiliki oleh diri sendiri serta lingkungan sekitar, mengisi waktu luang dan terdapatnya dorongan maupun pengaruh dari pihak lain.
Permasalahan yang dihadapi oleh para UMKM sektor barang tersebut juga memiliki kemiripan, di antaranya keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha, kesulitan dalam melakukan pemasaran dan promosi yang merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh UMKM sektor barang di Desa Mentayan, kesulitan dalam memperoleh bahan atau barang dagangan, penurunan pendapatan karena kondisi ekonomi masyarakat dan kesulitan dalam pengurusan perizinan. Berbagai permasalahan tersebut kemudian berkontribusi pada pendapatan 8 UMKM sektor barang di atas, yang mana semua UMKM sektor barang tersebut hanya meraih pendapatan tahunan sebesar Rp11,6 juta per tahun yang merupakan pendapatan dengan jumlah yang tergolong sangat rendah di Indonesia. Dengan kondisi yang dihadapi tersebut, para UMKM sektor barang di Desa Mentayan berharap agar usaha mereka semakin maju dan berkembang, jumlah pelanggan terus meningkat, pemasaran dan promosi menjadi semakin baik, lingkup usaha semakin luas serta dapat bertahan dan terus berjalan hingga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, pada sektor jasa, terdapat dua UMKM sektor jasa yang mendominasi Desa Mentayan, yaitu Mama Laundry dan Nina Taylor yang juga bergerak pada sektor barang, yaitu kuliner. Mama Laundry merupakan UMKM yang didirikan oleh Indah Hamidah pada tahun 2024 dan bergerak di bidang jasa laundry, sedangkan Nina Taylor merupakan UMKM yang didirikan oleh Marlaini pada tahun 2026 dan bergerak di bidang jasa menjahit. Latar belakang pendiriannya memiliki kemiripan, yakni berawal dari kemampuan yang dimiliki oleh dirinya sendiri serta kebutuhan akan tempat yang lebih luas dalam menjalankan usaha.
Permasalahan yang dihadapi oleh kedua UMKM sektor jasa tersebut terdapat pada pengembangan usaha, yakni Mama Laundry yang menghadapi keterbatasan peralatan dan teknologi serta Nina Taylor yang menghadapi kendala dalam promosi dan pemasaran. Rata-rata pendapatan tahunan keduanya adalah lebih dari Rp11,5 juta yang mana juga merupakan pendapatan yang tergolong sangat rendah di Indonesia.
Keduanya memiliki harapan yang sama, yakni agar usaha mereka semakin berkembang dengan Mama Laundry menargetkan pembukaan cabang dan Nina Taylor yang mengharapkan agar usahanya dapat terus maju serta bertahan.
Berdasarkan data 10 UMKM di Desa Mentayan tersebut, kondisi keseluruhannya dapat dikatakan masih dalam tahap usaha mikro dengan potensi berkembang, tetapi menghadapi beberapa kendala utama pada modal, pemasaran, peralatan, bahan baku dan legalitas. Sebagian besar usaha sudah berjalan dan menghasilkan keuntungan, tetapi skalanya masih relatif kecil. Oleh karena itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh UMKM di Desa Mentayan, di antaranya adalah memperkuat permodalan, meningkatkan pemasaran digital, meningkatkan kualitas peralatan, membantu pengadaan bahan baku dan barang dagangan, membantu legalitas perizinan, membuat strategi dalam menghadapi jumlah pembeli yang menurun, mencatat keuangan secara sederhana dan membuat program pendampingan berdasarkan kebutuhan.
Penulis: Muhammad Asyrof Al-Ghifari (mahasiswa program studi hukum angkatan 2023 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan Anggota Tim KKN-PPM UGM Binar Bengkalis tahun 2026)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....