Keteladanan Sultan Syarif Kasim II Membela Negara Dan Rakyat
- 25 Agt 2024 20:10 WIB
- Bengkalis
KBR,Bengkalis : Yang Dipertuan Besar Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin atau Sultan Syarif Kasim II, lahir di Siak Sri Indrapura Kerajaan Siak, 1 Desember 1893, merupakan sultan ke-12 kesultanan Siak. Mengutip dari buku budaya melayu Riau yang ditulis Sastrawan/ Budayawan Riau Taufik Ikram Jamil dkk.
Sultan Syarif Kasim II dinobatkan sebagai sultan di usia 21 tahun menggantikan ayahndanya Sultan Assyaidin Hasyim I Abdul Jalil Syaifuddin yang wafat pada 1908. Namun ia baru dinobatkan menjadi sultan pada 13 Maret 1915, dengan gelar Sultan Assyaidi Syarif Kasim Sani Abdul Jalil Syaifuddin.
Sejak dinobatkan sebagai sultan, ia menegaskan sikap bahwa Kerajaan Siak adalah kerajaan yang berkedudukan sejajar dengan Belanda. Hal ini tidak seperti isi kontrak perjanjian antara kesultanan siak dengan Belanda yang menyatakan bahwa Siak adalah milik kerajaan Belanda yang dipinjamkan kepada sultan.
Demi mencerdaskan rakyatnya, Sultan Syarif Kasim II menyelenggarakan program pendidikan dengan mendirikan Hollandsch Inlandsche School (HIS), sekolah berbahasa melayu yang diperuntukkan bagi semua lapisan penduduk.
Untuk mempermudah transportasi bagi para siswa, Sultan Syarif Kasim II membuat perahu penyeberangan gratis. Bahkan bagi siswa yang berbakat diberikan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri . Pada masa pendudukan Jepang, Sultan Syarif Kasim II tetap konsisten membela rakyatnya agar menolak untuk menjadi tenaga romusha.
Sultan Syarif Kasim II berkuasa hingga 1946. Beliau Wafat pada 23 April 1968 di Rumbai , Pekanbaru, Riau di usia 74 tahun. Dikutip dari Penulis/ Sastrawan/ Budayawan Riau Marhalim Zaini, Sultan Syarif Kasim II meninggalkan dua orang istri tanpa dikarunia anak, baik dari permaisuri pertama, Tengku Agung, maupun dari permaisuri kedua, Tengku Maharatu. Sehingga Sultan Syarif Kasim II merupakan penguasa terakhir Kesultanan Siak sebelum Kerajaan Melayu itu bergabung ke dalam wilayah Indonesia.
Atas jasa-jasanya kepada negara, Pemerintah RI memberi gelar pahlawan nasional kepada Almarhum Sultan Syarif Kasim II (Sultan Siak XII) dengan anugerah tanda jasa Bintang Mahaputra Adipradana, 6 November 1998 melalui Kepres No.109/TK/1998. Namanya kini diabadikan untuk Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....