Mapala Laksamana Gelar TWKL Angkatan ke-23 di Desa Teluk Pambang

  • 06 Okt 2026 09:02 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO,ID, Bengkalis - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis kembali melaksanakan kegiatan Temu Wicara Kenal Laksamana (TWKL) Angkatan ke-23 di Desa Teluk Pambang.

Mengusung tema “Menapak Jejak, Membangun Persaudaraan dan Tumbuh Bersama dalam Mapala Laksamana”, kegiatan tersebut diikuti oleh 15 calon anggota atau siswa peserta TWKL. Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri keluarga besar Mapala Laksamana, Anggota Kehormatan (AK), Dewan Kehormatan (DK), serta tamu undangan dari Mapala Bestari.

Kegiatan di kawasan Desa Teluk Pambang tersebut juga mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), khususnya dalam pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pengenalan lingkungan dan ekosistem mangrove.

Ketua Pelaksana TWKL Angkatan ke-23, Muhammad Arya Pratama, Senin 5 Oktober 2026, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal Mapala Laksamana secara lebih dekat.

“Melalui kegiatan TWKL ini, kami berharap teman-teman peserta tidak hanya mengenal Mapala Laksamana dari nama dan kegiatannya saja, tetapi juga dapat memahami bagaimana proses, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab yang ada di dalamnya. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk kita bisa tumbuh dan belajar bersama,” ujar Muhammad Arya Pratama.

Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan ekosistem mangrove di sekitar Desa Teluk Pambang. Peserta diberikan pemahaman mengenai kondisi lingkungan mangrove serta pentingnya menjaga keberadaan ekosistem tersebut.

Pembelajaran secara langsung di lapangan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman kepada peserta agar lebih mengenal lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap alam.

Pelaksanaan kegiatan di kawasan mangrove turut mendapat dukungan dari LPHD Desa Teluk Pambang. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan, khususnya dalam memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal kawasan mangrove dan lingkungan sekitarnya secara langsung.

Suasana kekeluargaan juga semakin terasa melalui kegiatan sharing santai di sekitar api unggun. Peserta, anggota, AK, DK, serta tamu undangan dapat saling berbagi cerita dan pengalaman dalam suasana yang lebih santai. Momen tersebut menjadi salah satu bagian yang mempererat kedekatan dan persaudaraan antaranggota.

Pembina Mapala Laksamana, Khairul Saleh, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TWKL Angkatan ke-23. Ia menyampaikan bahwa kegiatan seperti TWKL penting sebagai proses awal bagi peserta untuk mengenal organisasi, membangun kebersamaan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang mengenalkan Mapala Laksamana kepada peserta, tetapi juga menjadi proses untuk membangun karakter, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Saya berharap peserta dapat mengikuti setiap proses dengan baik dan mengambil pengalaman yang nantinya dapat menjadi bekal selama berproses di Mapala Laksamana,” ujar Khairul Saleh.

TWKL merupakan salah satu kegiatan pengenalan bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat Mapala Laksamana, mulai dari sejarah dan profil organisasi hingga berbagai kegiatan yang selama ini dijalankan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan antara peserta dengan anggota Mapala Laksamana dari berbagai angkatan.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil dan sejarah Mapala Laksamana, divisi teknis, serta pengalaman dalam berkegiatan di alam bebas. Materi tidak hanya disampaikan secara formal, tetapi juga melalui cerita dan pengalaman dari Anggota Kehormatan (AK) dan Dewan Kehormatan (DK) yang telah lebih dahulu menjalani proses serta perjalanan di Mapala Laksamana.

Peserta juga mendapatkan sesi motivasi dari AK dan DK. Melalui sesi tersebut, peserta berkesempatan mendengarkan secara langsung berbagai pengalaman, tantangan, serta nilai-nilai yang perlu dimiliki dalam menjalani kegiatan di alam bebas maupun kehidupan berorganisasi.

Kehadiran tamu undangan dari Mapala Bestari turut menambah suasana kebersamaan dalam pelaksanaan TWKL Angkatan ke-23. Silaturahmi antarkelompok mahasiswa pecinta alam tersebut menjadi salah satu bagian yang diharapkan dapat terus terjaga melalui berbagai kegiatan bersama.

Kegiatan TWKL Angkatan ke-23 kemudian ditutup dalam suasana penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, 15 peserta diharapkan dapat mengenal lebih dekat Mapala Laksamana, memahami nilai-nilai yang dibangun dalam organisasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan sekitar.

Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan, TWKL Angkatan ke-23 menjadi langkah awal bagi 15 peserta untuk memulai proses, membangun persaudaraan, dan tumbuh bersama dalam keluarga besar Mapala Laksamana.

Menapak jejak, membangun persaudaraan, dan tumbuh bersama dalam Mapala Laksamana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....