Penguasaan Bahasa Inggris untuk Bekali Siswa Madrasah Hadapi Persaingan Global

  • 05 Okt 2026 20:32 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Penguatan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu langkah yang dinilai penting dalam mempersiapkan peserta didik madrasah menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan persaingan global.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Seminar Bahasa Inggris untuk Madrasah yang diselenggarakan Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PW-PGMN) Provinsi Riau di Aula Lantai IV Pondok Pesantren Darel Hikmah, Pekanbaru, Senin 5 Oktober 2026.

Seminar mengusung tema “Penguatan Literasi dan Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris di Era Digital Menuju Madrasah Mandiri Berprestasi”. Kegiatan diikuti puluhan kepala madrasah, guru bahasa Inggris, serta pengawas madrasah se-Kabupaten Bengkalis.

Kepala MAN 1 Bengkalis, M. Rizal, mengatakan penguasaan bahasa Inggris tidak lagi hanya menjadi kemampuan tambahan bagi peserta didik. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin terbukanya akses informasi, kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi siswa untuk memperluas wawasan.

“Bahasa Inggris adalah jendela dunia. Madrasah tidak boleh tertinggal. Kita ingin siswa MAN 1 Bengkalis tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa dan wawasan yang dapat mendukung mereka bersaing di tingkat global,” ujar M. Rizal.

Menurutnya, tantangan pembelajaran saat ini juga semakin berkembang seiring dengan pesatnya teknologi digital. Karena itu, madrasah perlu menghadirkan pola pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong siswa aktif berkomunikasi, berpikir kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai strategi pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif dan kontekstual. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi salah satu materi yang dibahas.

Teknologi dinilai dapat dimanfaatkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus membantu siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih beragam. Namun, pemanfaatannya tetap perlu diarahkan agar mendukung tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan peserta didik.

Selain itu, pengembangan English Club dan English Day menjadi alternatif yang dapat diterapkan madrasah untuk membangun lingkungan yang mendorong siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris.

M. Rizal menyebut pembiasaan menjadi salah satu kunci agar siswa tidak hanya memahami bahasa Inggris secara teori, tetapi juga memiliki keberanian untuk menggunakannya dalam komunikasi.

Implementasi hasil seminar nantinya dapat dilakukan melalui berbagai inovasi, seperti kelas bilingual, pembiasaan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan madrasah, hingga peningkatan kompetensi guru.

Melalui penguatan literasi, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi, madrasah diharapkan mampu menyiapkan peserta didik yang memiliki kompetensi keagamaan sekaligus keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....