Riau Bawa Syair Melayu ke Jepang, Perkuat Diplomasi Budaya

  • 02 Okt 2026 15:22 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Enam pegiat budaya asal Provinsi Riau bersiap membawa khazanah sastra Melayu ke panggung internasional melalui Program Interaksi Budaya di Jepang. Mereka dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 13 hingga 18 Oktober 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Dana Indonesiaraya Kementerian Kebudayaan. Enam peserta yang terlibat yakni Juwandi, Jefri Al Malay, Hafiz, Mukrizal, Siska Armiza, dan Monda Gianes.

Mereka membawa misi memperkenalkan kekayaan sastra Melayu klasik Riau melalui berbagai kegiatan, mulai dari seminar, workshop hingga pementasan syair.

Ketua tim, Jefri Al Malai, mengatakan diplomasi budaya tersebut dikemas dengan tajuk “Syair Melayu ke Negeri Matahari Terbit”. Konsep tersebut sejak awal dirancang untuk memperkenalkan sastra Melayu klasik kepada masyarakat di Jepang.

“Dari konsep itu memang kami sejak awal ketika mengajukan proposal, kami menawarkan bagaimana kami di Jepang itu bisa memperkenalkan sastra Melayu klasik, di antaranya seperti pantun, syair, gurindam, mantra dan lain sebagainya,” ujar Jefri.

Kegiatan akan berlangsung di Hikone, tepatnya di Shiga Prefecture University. Selama berada di Jepang, tim Riau akan berinteraksi dengan mahasiswa universitas tersebut serta komunitas masyarakat Indonesia yang berada di wilayah Hikone.

Jefri menjelaskan, kegiatan tidak hanya diarahkan pada pertunjukan seni. Tim juga akan memberikan ruang pembelajaran melalui seminar dan pelatihan mengenai seni tutur Melayu.

Selain memperkenalkan karya sastra Melayu klasik, kegiatan tersebut menjadi bagian dari diplomasi budaya untuk memperluas pemahaman masyarakat Jepang terhadap kekayaan budaya Riau.

Salah satu anggota tim, Juwandi, mengatakan program tersebut tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan budaya Melayu, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengetahuan budaya antara Indonesia dan Jepang.

“Kegiatannya terkait syair di salah satu kampus di Jepang. Yang pertama ada workshop atau seminar terkait syair, kemudian dua hari berturut-turut seminarnya, kemudian ada pementasan syair. Ini bukan hanya perjalanan budaya, tapi ada pertukaran pengetahuan budaya baik Jepang dan Indonesia,” kata Juwandi, Jum'at 2 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, tim Riau juga telah berkomunikasi dengan pihak Shiga Prefecture University. Sejumlah pihak di kampus tersebut, termasuk dosen yang menjadi mitra kegiatan, turut dipersiapkan untuk mendukung rangkaian interaksi budaya.

Komunitas masyarakat Indonesia di Hikone juga akan dilibatkan agar dapat mengikuti dan mengapresiasi kegiatan seminar, pelatihan maupun pementasan yang dibawakan delegasi Riau.

Juwandi dan tim berharap kehadiran mereka di Jepang dapat memperkenalkan lebih luas khazanah budaya Melayu Riau, khususnya sastra Melayu klasik yang meliputi syair, pantun, gurindam dan bentuk seni tutur lainnya.

Tak hanya pertukaran pengetahuan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang kerja sama budaya antara Indonesia dan Jepang. Penandatanganan kerja sama menjadi salah satu agenda yang dipersiapkan dalam rangkaian program tersebut.

Bagi delegasi Riau, membawa syair ke Jepang bukan sekadar mementaskan karya budaya di luar negeri. Misi tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Melayu Riau kepada masyarakat internasional.

Dengan keberangkatan enam pegiat budaya tersebut, syair Melayu Riau akan menjadi bagian dari ruang interaksi budaya Indonesia-Jepang di Negeri Sakura pada Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....