Haul Ulama Jadi Momentum Hidupkan Nilai Ilmu dan Akhlak di Bengkalis
- 01 Okt 2026 10:49 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Peringatan haul para ulama di Kabupaten Bengkalis tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok yang telah berpulang, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai ilmu, akhlak, perjuangan dan pengabdian yang telah diwariskan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Andris Warsono, saat menghadiri Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ke-887 sekaligus Haul KH. Hasbullah bin KH. Muhammad Sidik ke-31, KH. Khairudin bin KH. Hasbullah ke-17 dan KH. Zainudin bin KH. Hasbullah ke-8 di Masjid Baitul Muslimin, Desa Bantan Tengah, Rabu, 30 September 2026.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Andris mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum haul sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah serta meneladani ilmu, akhlak dan perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, seorang ulama boleh wafat secara jasad, tetapi ilmu, amal, nasihat dan keteladanannya tidak boleh ikut berhenti. Nilai-nilai tersebut menjadi tanggung jawab generasi setelahnya untuk terus dipelajari dan diamalkan.
Andris mengatakan, para ulama yang diperingati dalam haul tersebut telah meninggalkan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar nama dan sejarah. Mereka mewariskan ilmu, akhlak, keteguhan dalam berdakwah serta kepedulian terhadap umat.
Karena itu, ia mengajak jamaah tidak berhenti pada rasa haru ketika mengenang para ulama. Keteladanan mereka diharapkan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk memperbaiki diri, keluarga dan lingkungan.
Menurut Andris, pembangunan daerah juga membutuhkan dukungan berbagai elemen masyarakat. Ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat memiliki peran dalam membangun Bengkalis.
Ia menyebut persatuan menjadi salah satu kekuatan penting dalam pembangunan daerah. Kemajuan Bengkalis tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga perlu berjalan seiring dengan pembangunan karakter masyarakat.
Kualitas sumber daya manusia, kekuatan moral dan kehidupan keagamaan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mendorong masyarakat untuk menghidupkan masjid, memakmurkan majelis ilmu, menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an kepada anak-anak serta mendekatkan generasi muda dengan para ulama.
“Bentuk penghormatan terbaik kepada para ulama bukan hanya mengingat namanya, tetapi meneruskan nilai perjuangannya. Bukan hanya membaca kisah hidupnya, tetapi menjadikan hidup kita lebih baik karena mengambil pelajaran darinya,” ujar Andris.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan haul dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah di tengah masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan KH. Muhammad Thoyib Firdaus dari Kabupaten Siak. Tausiah diikuti jamaah dengan penuh khidmat hingga akhir kegiatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Bantan Iptu Muhammad Iskandar, Sekretaris Kecamatan Bantan Muhammad Yogi Arief Kurniawan, perwakilan BAZNAS Bengkalis, pengurus Masjid Baitul Muslimin, jamaah serta tamu undangan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....