Polres Bengkalis Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Lahan Gambut

  • 30 Sep 2026 17:32 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Polres Bengkalis memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI dan masyarakat dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo pada kegiatan Ekspos Capaian Restorasi Gambut dan Pencegahan Karhutla di Rumah Runding Restorasi, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu 30 September 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto bersama Forkopimda Bengkalis, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, penggiat restorasi gambut, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Gambut (MPG), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan unsur masyarakat lainnya.

Dalam ekspos tersebut, Pemkab Bengkalis memaparkan kondisi terkini Karhutla. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan per 22 September 2026, tercatat luas Karhutla mencapai 946 hektare dengan 87 titik api. Sementara pantauan citra satelit per 28 September 2026 mendeteksi luas Karhutla mencapai 8.573,25 hektare dengan 73 titik api.

Menghadapi kondisi itu, Pemkab Bengkalis telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, mengaktifkan Satgas Operasi Bersama yang melibatkan TNI dan Polri, meningkatkan patroli serta koordinasi lintas instansi, dan mengoptimalkan sarana-prasarana pemadaman di lapangan.

Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan.

“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat. Polres Bengkalis berkomitmen mendukung setiap upaya pencegahan, penanganan dan penegakan hukum terhadap Karhutla,” tegas Eko.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki ekosistem gambut.

Selain penanganan kebakaran, pemerintah daerah juga mendorong langkah jangka panjang melalui perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Upaya tersebut dilakukan melalui implementasi Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG), Transfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAKE), serta penguatan pembukaan lahan tanpa membakar.

Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan berbagai capaian restorasi gambut, mulai dari restorasi dan pembasahan gambut, pengelolaan tata air, penguatan kelembagaan masyarakat, pusat pembelajaran gambut hingga Sekolah Restorasi Gambut yang melibatkan masyarakat dan berbagai pihak.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menjaga dan memulihkan ekosistem gambut. Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak cukup hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi harus dibarengi dengan pemulihan ekosistem.

Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pembasahan kembali lahan gambut, pembangunan sekat kanal, penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesadaran generasi muda terhadap lingkungan.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya memperkuat mitigasi dan pencegahan Karhutla, khususnya dengan menjaga lahan gambut agar tidak mengalami pengeringan.

Kondisi gambut yang terlalu kering dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran sekaligus berdampak terhadap peningkatan emisi karbon.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dan demonstrasi lapangan, di antaranya peninjauan Monumen Bitangor, sekat kanal, sistem tata air dan berbagi air, peletakan prototipe pemantauan penurunan permukaan tanah atau land subsidence, serta pengeboran gambut.

Bagi Polres Bengkalis, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem gambut dan mencegah Karhutla.

Polres Bengkalis juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....