Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Antusias Ikuti Pembinaan Keagamaan

  • 30 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, Syaiful, mengajak warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi untuk membangun optimisme dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri. Pesan tersebut disampaikan Syaiful dalam kegiatan pembinaan keagamaan di Masjid Baitul Muta'alim.

KUA Kecamatan Tanah Putih, Syaiful, Rabu 30 September 2026, mengatakan, masa menjalani pembinaan di Lapas hendaknya tidak hanya dipandang sebagai keterbatasan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi, meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, dan membangun kebiasaan positif.

“Jangan melihat masa pembinaan ini hanya sebagai sebuah keterbatasan, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk belajar, memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Apa yang kita pelajari hari ini mudah-mudahan menjadi bekal ketika nanti kembali kepada keluarga dan masyarakat,” ujar Syaiful.

Ia juga mengingatkan warga binaan agar mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, pengetahuan agama akan memberikan manfaat apabila diterapkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari. Syaiful berharap warga binaan terus meningkatkan ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.

“Ketika nanti kembali ke masyarakat, jadilah pribadi yang membawa manfaat. Tunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Jangan berhenti belajar dan jangan berhenti memperbaiki diri,” tuturnya.

Sementara itu, pihak Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi melalui Ari mengapresiasi kehadiran PAI KUA Kecamatan Tanah Putih dalam memberikan pembinaan dan motivasi kepada warga binaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PAI KUA Tanah Putih yang telah hadir memberikan pembinaan dan motivasi kepada warga binaan kami. Mudah-mudahan apa yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi mereka, terutama ketika nantinya sudah bebas dan kembali ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Ari.

Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran dalam membantu warga binaan mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Karena itu, kegiatan pembinaan keagamaan dan pesantren kilat diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar dan melakukan perbaikan diri. Antusiasme juga terlihat dari warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang warga binaan, Andin (nama samaran), mengaku kegiatan pembinaan keagamaan memberikan motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Kami sangat bersemangat mengikuti pembinaan agama yang diberikan pihak Lapas. Dengan adanya program seperti ini kami merasa lebih bersemangat untuk belajar dan memperbaiki diri. Kiranya nanti setelah bebas, ilmu yang kami dapatkan di sini bisa berguna dan menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ucap Andin.

Pembinaan keagamaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan optimisme warga binaan dalam menjalani proses perubahan. Bekal pengetahuan agama, penguatan spiritual, dan motivasi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan ketika mereka kembali bersama keluarga dan masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi KUA Kecamatan Tanah Putih dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang memberikan manfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung upaya Kemenag Berdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....