Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat, Bengkalis Zero Karhutla

  • 29 Sep 2026 13:19 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis — Kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau, diduga bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Berdasarkan pemantauan petugas di lapangan, tidak ditemukan titik api atau zero karhutla di Pulau Bengkalis, sementara kebakaran masih terpantau di sejumlah wilayah lain di Riau, dan Propinsi Tetangga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkalis, Rony Effriadi, mengatakan hasil pemantauan petugas belum menemukan adanya titik api di Pulau Bengkalis. Menurutnya, kondisi udara secara visual pada Selasa pagi terlihat cukup pekat akibat asap yang menyelimuti wilayah tersebut. BPBD kemudian meminta seluruh personel di setiap kecamatan melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi cuaca maupun kualitas udara di wilayah masing-masing.

“Kalau dari pantauan petugas-petugas di lapangan, untuk titik api di Pulau Bengkalis tidak ada. Namun, secara visual kondisi udara pagi tadi cukup pekat akibat asap yang terlihat menyelimuti wilayah kita,” ujar Rony ditemui diruang kerjanya, selasa 29 September 2026.

Rony menambahkan dari laporan petugas, kondisi berkabut asap juga terjadi di sejumlah wilayah daratan Bengkalis. Di Kecamatan Bathin Solapan, misalnya, jarak pandang pada pagi hari dilaporkan hanya sekitar 100 meter dan kondisi serupa disebut hampir merata di Kabupaten Bengkalis.

BPBD Bengkalis juga melakukan pemantauan melalui aplikasi SIPONGI untuk mengetahui perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan tersebut, kebakaran masih terpantau di wilayah Minas, Pangkalan Kerinci dan Siak. Sementara kebakaran yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dilaporkan telah padam.

Tangkapan layar aplikasi sipongi (foto.rri)

“Menurut pantauan dari aplikasi SIPONGI, kebakaran yang terjadi sekarang ada di Minas, Pangkalan Jambi dan Siak. Kalau untuk Inhu sudah padam,” ungkap Rony lagi.

Dengan tidak ditemukannya titik api di wilayah Bengkalis, sementara kebakaran masih terjadi di sejumlah daerah lain, BPBD Bengkalis menduga kabut asap yang menyelimuti wilayah Bengkalis merupakan asap kiriman dari daerah lain.

“Jadi bisa disimpulkan, asap yang ada sekarang di Bengkalis ini asap kiriman. Tidak ada dari wilayah kita titik api atau kebakaran,” tegas Rony.

Kondisi tersebut sejalan dengan memburuknya kualitas udara di Bengkalis. Pemantauan DLH Kabupaten Bengkalis pada Selasa pukul 10.00 WIB menunjukkan ISPU mencapai 286 atau masuk kategori sangat tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai parameter kritis. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....