Polbeng dan PHR Latih 30 Warga Rokan Hilir Jadi Tenaga Las Bersertifikat

  • 28 Sep 2026 21:15 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Sebanyak 30 warga yang merupakan perwakilan desa di Kabupaten Rokan Hilir mengikuti pelatihan dan sertifikasi pengelasan umum melalui program ASA KARYA atau Asah Skill, Hidup Berkarya Melalui Vokasi Non Migas.

Program yang digelar Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut resmi dibuka secara hybrid di Aula Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1 lantai 3 Polbeng dan melalui Zoom Meeting, Senin 28 September 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari pendampingan Polbeng terhadap Program Community Involvement and Development (CID) Batch II Zona Rokan Tahun 2026–2027 yang dijalankan PHR.

Direktur Polbeng Johny Custer mengatakan program vokasi tersebut menjadi bagian dari peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Sebagai perguruan tinggi, Polbeng harus mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat,” ujar Johny.

Menurutnya, program vokasi nonmigas sebelumnya telah dilaksanakan melalui skema teknisi AC di sejumlah daerah, yakni Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar dan Siak. Pada pelaksanaan kali ini, pelatihan diarahkan pada keterampilan pengelasan bagi masyarakat Kabupaten Rokan Hilir.

Manajer Stakeholder Relations Management Zona Rokan PHR Rudi Arief mengatakan keterampilan teknis yang diperoleh peserta perlu dibarengi dengan kemampuan nonteknis.

Ia menilai kompetensi seperti kedisiplinan dan etos kerja menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

“Hard skill ini juga harus dikombinasikan dengan soft skill seperti kedisiplinan, sehingga para peserta tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki etos kerja yang tinggi,” ujar Rudi.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Riau I Karmila Sari menilai program tersebut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Ia mengatakan keterbatasan kesempatan kerja perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi masyarakat, termasuk di bidang yang berkaitan dengan sains, teknologi, teknik dan matematika atau STEM.

“Dengan jumlah masyarakat yang besar dan kesempatan kerja yang terbatas, program seperti ini bisa menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” ujar Karmila.

Program ASA KARYA berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 28 September hingga 23 Oktober 2026. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, peserta akan menjalani uji kompetensi sesuai skema sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selain pelatihan dan sertifikasi, peserta juga mendapatkan dukungan peralatan sebagai modal awal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha pengelasan secara mandiri.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan peserta. Dengan keterlibatan perwakilan dari setiap desa di Rokan Hilir, kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja dan usaha di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi Polbeng dan PHR melalui ASA KARYA sekaligus memperluas peran pendidikan vokasi dalam menjawab kebutuhan keterampilan masyarakat, khususnya di luar sektor minyak dan gas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....