Nawasena Bahari Warnai Penutupan KKI 2026, Angkat Semangat Maritim Indonesia

  • 18 Sep 2026 11:41 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Semangat Indonesia sebagai bangsa maritim menjadi pesan yang diangkat dalam pertunjukan tari kolosal “Nawasena Bahari” pada malam penutupan Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026, Kamis 17 September 2026.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara penutupan KKI 2026 dan diproduksi melalui kolaborasi Sanggar Seni Melayu Setaman dan UKM Tari Politeknik Negeri Bengkalis.

Penampilan sekitar 35 penari itu berhasil memukau para tamu dan peserta KKI 2026 melalui perpaduan gerak tari, musik, serta visualisasi perjalanan kemaritiman Indonesia.

“Nawasena Bahari” mengangkat perjalanan Indonesia sebagai bangsa bahari, mulai dari kejayaan maritim Nusantara pada masa lalu, kehidupan masyarakat pesisir, hingga perkembangan teknologi perkapalan di era modern.

Koreografer “Nawasena Bahari”, Harry Zardi dan Mimilia Hayati, mengatakan pertunjukan tersebut memang secara khusus digarap untuk menjadi bagian dari malam penutupan KKI 2026.

Menurutnya, nama “Nawasena Bahari” berasal dari bahasa Sanskerta yang dimaknai sebagai masa depan bahari atau harapan cerah dari samudra Nusantara.

“Makna yang ingin kami sampaikan adalah bagaimana kapal menjadi simbol perjalanan bangsa Indonesia, dari kejayaan maritim masa lalu menuju masa depan yang maju, kuat dan berdaulat di laut,” ujarnya.

Harry mengatakan, seluruh rangkaian pertunjukan dirancang untuk menggambarkan kedekatan masyarakat Indonesia dengan laut sekaligus perjalanan teknologi perkapalan dari masa ke masa.

Kapal dalam pertunjukan tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi simbol perjalanan dan perkembangan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Alhamdulillah, penampilan tadi malam berjalan dengan baik dan mendapat respons yang sangat positif. Kami melihat penonton menikmati setiap bagian pertunjukan, dan itu menjadi kebanggaan bagi kami sebagai pelaku seni,” katanya.

Ia menyebut, kesempatan tampil pada penutupan KKI 2026 menjadi pengalaman tersendiri bagi para penari, terlebih karena mereka tampil di hadapan peserta KKI yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Melayu Bengkalis kepada tamu dari berbagai daerah.

Sebanyak sekitar 35 penari terlibat dalam pertunjukan “Nawasena Bahari”. Para penari berasal dari Sanggar Seni Melayu Setaman dan UKM Seni Politeknik Negeri Bengkalis.

Keterlibatan generasi muda dalam pertunjukan tersebut mempertemukan kekayaan seni budaya Melayu dengan semangat pendidikan dan inovasi yang menjadi bagian dari KKI 2026.

Jika KKI menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang teknologi perkapalan, maka “Nawasena Bahari” menghadirkan perspektif berbeda mengenai dunia maritim melalui seni pertunjukan.

Laut tidak hanya digambarkan sebagai ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah, budaya dan identitas bangsa Indonesia.

Mimilia Hayati menambahkan, respons positif terhadap penampilan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi seluruh penari dan tim produksi yang telah mempersiapkan pertunjukan sejak sebelum pelaksanaan KKI 2026.

Ia mengatakan, tantangan utama dalam pertunjukan kolosal tersebut adalah menyatukan gerak puluhan penari sekaligus memastikan pesan tentang kemaritiman dapat tersampaikan kepada penonton.

“Yang paling membahagiakan adalah ketika konsep yang kami susun bersama akhirnya bisa tampil di panggung dan dinikmati penonton. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak, terutama karena mereka bisa tampil dalam event nasional seperti KKI,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam pertunjukan seni juga penting untuk menjaga keberlanjutan seni budaya Melayu sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kemaritiman melalui pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda.

Pertunjukan “Nawasena Bahari” menjadi salah satu penampilan yang mewarnai malam penutupan KKI 2026. Pertunjukan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemaritiman Indonesia dapat disampaikan melalui berbagai medium, termasuk seni dan budaya.

Melalui perpaduan seni, budaya dan tema kemaritiman, “Nawasena Bahari” membawa pesan tentang perjalanan Indonesia sebagai bangsa bahari, dari warisan maritim Nusantara menuju masa depan yang terus berkembang di tengah kemajuan teknologi dan perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....