Polbeng Dinilai Berperan sebagai Institusi Jangkar Ekonomi Bengkalis
- 16 Sep 2026 21:10 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Politeknik Negeri Bengkalis dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong perkembangan ekonomi daerah, terutama melalui kegiatan berskala nasional seperti Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026.
Peneliti Kebijakan Wilayah Pesisir dan Kepulauan sekaligus Dosen Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik, Ali Yusa, mengatakan perguruan tinggi vokasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara pemerintah, industri, masyarakat dan perkembangan teknologi.
Ia menyebut posisi tersebut sebagai anchor institution atau institusi jangkar.
“Polbeng tidak seharusnya hanya dilihat sebagai penyelenggara pendidikan atau tuan rumah KKI. Dalam perspektif pembangunan wilayah, Polbeng dapat berfungsi sebagai institusi jangkar yang mampu menarik manusia, pengetahuan, kegiatan ekonomi, teknologi dan jejaring industri ke wilayahnya,” kata Ali Yusa, Selasa 15 September 2026.
Menurutnya, pelaksanaan KKI 2026 menjadi salah satu gambaran fungsi tersebut. Kehadiran 52 perguruan tinggi dengan hampir 1.000 peserta dari berbagai wilayah Indonesia membuat aktivitas manusia dan ekonomi meningkat di Bengkalis selama tujuh hari.
Peserta membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi dan berbagai kebutuhan lainnya. Kondisi tersebut menciptakan permintaan baru yang berpotensi memberikan manfaat kepada pelaku usaha lokal.
Namun menurut Ali, fungsi strategis Polbeng jauh lebih besar daripada sekadar menciptakan aktivitas konsumsi selama event.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Polbeng memiliki sumber daya manusia, pengetahuan dan teknologi yang dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan industri dan ekonomi daerah.
Kehadiran peserta dari puluhan perguruan tinggi dalam KKI juga membuka ruang pertemuan antara mahasiswa, dosen, peneliti, teknologi, prototipe dan jaringan industri. Pertemuan tersebut dapat menciptakan knowledge spillover atau penyebaran pengetahuan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Ali mengatakan jejaring yang terbentuk dalam kegiatan seperti KKI dapat dikembangkan menjadi kerja sama penelitian, pengembangan prototipe, program magang, inkubasi bisnis hingga pengembangan teknologi kemaritiman.
“Kerja sama yang bermula dari kompetisi dapat dikembangkan menjadi penelitian bersama, pengembangan prototipe, program magang, inkubasi bisnis, pengembangan teknologi kapal, marine robotics, jasa rekayasa hingga pengembangan industri komponen,” jelasnya.
Karena itu, menurut Ali, event nasional yang diselenggarakan Polbeng perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah. Kampus dapat menjadi penghubung antara kebutuhan pemerintah daerah dengan kemampuan teknologi dan sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi.
Di sisi lain, Polbeng juga dapat mempertemukan UMKM dengan kebutuhan industri sehingga pelaku usaha lokal secara bertahap dapat meningkatkan kapasitas dan masuk ke rantai pasok sektor maritim.
Menurut Ali, posisi tersebut menjadi semakin penting bagi Bengkalis yang memiliki karakter wilayah pesisir dan kepulauan serta potensi ekonomi berbasis kemaritiman.
Ia menilai pendidikan vokasi memiliki keunggulan karena proses pembelajarannya dekat dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Karena itu, pengembangan kegiatan nasional seperti KKI dapat diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan prestasi mahasiswa, tetapi juga membangun jejaring yang mendukung perkembangan ekonomi daerah.
“Polbeng memiliki peluang memainkan tiga fungsi sekaligus, yakni sebagai pusat pendidikan vokasi, pusat inovasi dan institusi jangkar ekonomi wilayah,” ujarnya.
Dengan fungsi tersebut, manfaat kegiatan yang digelar Polbeng diharapkan tidak berhenti ketika peserta meninggalkan Bengkalis, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama pendidikan, penelitian, industri, investasi dan pengembangan usaha lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....