KKI 2026 Buka Peluang UMKM Bengkalis Masuk Rantai Ekonomi Maritim
- 16 Sep 2026 21:07 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Politeknik Negeri Bengkalis dinilai dapat menjadi momentum untuk memperluas keterlibatan UMKM lokal, tidak hanya sebagai penerima manfaat dari aktivitas konsumsi peserta, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pasok ekonomi maritim.
Peneliti Kebijakan Wilayah Pesisir dan Kepulauan sekaligus Dosen Teknik Konstruksi Perkapalan Universitas Muhammadiyah Gresik, Ali Yusa, mengatakan keberadaan hampir 1.000 peserta dari 52 perguruan tinggi selama tujuh hari membuka permintaan terhadap berbagai kebutuhan barang dan jasa di Bengkalis.
Menurutnya, potensi ekonomi tersebut perlu diarahkan sebanyak mungkin kepada pelaku usaha lokal agar manfaat yang tercipta tidak banyak mengalir keluar daerah.
“Kalau hotel membeli sebagian besar kebutuhan dari luar Bengkalis, katering menggunakan bahan dari luar daerah, kendaraan didatangkan dari luar wilayah, dan vendor kegiatan berasal dari daerah lain, maka sebagian stimulus ekonomi akan mengalami kebocoran,” kata Ali Yusa, Selasa 15 September 2026.
Dalam ekonomi wilayah, kondisi tersebut dikenal sebagai economic leakage, yakni bagian dari pengeluaran yang kembali mengalir ke luar daerah. Sebaliknya, semakin banyak kebutuhan kegiatan yang dipenuhi oleh pelaku usaha lokal, semakin besar peluang uang berputar di dalam perekonomian Bengkalis.
Ali mencontohkan, hotel dapat menggunakan bahan pangan dari pemasok lokal, katering melibatkan UMKM Bengkalis, transportasi menggunakan operator setempat, sedangkan merchandise, percetakan, dokumentasi dan laundry dapat dikerjakan pelaku usaha lokal. Menurutnya, pola tersebut membuat dampak ekonomi KKI menjadi lebih luas karena satu transaksi dapat menghasilkan transaksi berikutnya di daerah.
Namun, manfaat KKI juga dapat diarahkan lebih jauh. UMKM Bengkalis tidak harus berhenti pada penyediaan makanan, suvenir atau kebutuhan konsumsi selama kegiatan. Dalam jangka panjang, UMKM dapat didorong masuk ke rantai pasok industri maritim.
“UMKM Bengkalis dapat didorong masuk ke jasa fabrikasi sederhana, machining, elektronik, fiberglass, desain, digitalisasi, pemeliharaan dan berbagai kebutuhan teknis lainnya,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi dan dunia usaha. Pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat berperan melalui pemetaan potensi UMKM, penyediaan kebijakan afirmatif, akses pembiayaan, fasilitasi sertifikasi serta membuka akses terhadap program pengadaan dan investasi.
Sementara Politeknik Negeri Bengkalis dapat mengambil peran sebagai pusat pengetahuan dan teknologi. Pendampingan desain produk, peningkatan kualitas produksi, quality control, standardisasi, sertifikasi, digitalisasi hingga pengembangan prototipe dapat menjadi bagian dari penguatan kapasitas UMKM.
Di sisi lain, industri dan dunia usaha dapat berperan sebagai off-taker sekaligus mentor dengan memberikan informasi mengenai spesifikasi kebutuhan, standar teknis dan volume permintaan. Kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui business matching, trial order hingga kontrak pemasokan bagi UMKM yang memenuhi persyaratan.
Ali menilai model tersebut dapat mengubah posisi UMKM dari usaha yang hanya menikmati dampak konsumsi event menjadi bagian dari ekosistem industri. KKI juga dapat menjadi ruang awal untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan mahasiswa, dosen, peneliti dan industri dari berbagai daerah. Jika jaringan tersebut berlanjut setelah kompetisi selesai, manfaat ekonomi KKI tidak lagi terbatas pada tujuh hari penyelenggaraan.
“Di sinilah pendidikan vokasi memiliki nilai strategis bagi pembangunan ekonomi daerah,” katanya.
Dengan memanfaatkan KKI sebagai pintu masuk, Bengkalis memiliki peluang memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi, UMKM dan industri maritim sehingga aktivitas event dapat memberikan dampak yang lebih panjang bagi ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....