OMI Jadi Ajang MA Al-Huda Bengkalis Uji Mental dan Kemampuan Siswa
- 08 Sep 2026 19:31 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Sebanyak 16 siswa dan siswi terbaik Madrasah Aliyah (MA) Al-Huda Bengkalis mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Bengkalis, Selasa 8 September 2026. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menguji kemampuan akademik sekaligus membangun mental dalam menghadapi persaingan.
Para peserta MA Al-Huda Bengkalis mengikuti enam bidang studi yang dilombakan, yakni matematika, geografi, ekonomi, fisika, biologi, dan kimia. Mereka dipersiapkan untuk menghadapi peserta dari berbagai madrasah di Kabupaten Bengkalis.
Kepala MA Al-Huda Bengkalis, Marlizayani, mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan potensi siswa. Menurutnya, keberanian untuk tampil dan bersaing juga perlu dibangun sejak bangku sekolah.
“Kami berharap keikutsertaan ini dapat menjadi wadah untuk menambah pengalaman, mengasah mental juara, serta melatih kepercayaan diri para siswa. Menang atau kalah adalah bagian dari proses. Yang terpenting, mereka sudah berusaha dan berjuang memberikan yang terbaik untuk nama baik madrasah,” ujarnya.
Ia menilai kompetisi akademik tidak hanya mengukur sejauh mana siswa menguasai materi pelajaran. Lebih dari itu, siswa belajar menghadapi tekanan, mengatur konsentrasi dan menunjukkan kemampuan ketika berhadapan dengan peserta dari madrasah lain.
Persiapan dilakukan melalui pendampingan guru pada masing-masing bidang studi. Guru pendamping juga membantu siswa mematangkan pemahaman materi sekaligus mempersiapkan mental sebelum mengikuti kompetisi.
Pelaksanaan OMI tingkat Kabupaten Bengkalis berlangsung di Madrasah Miftahul Jannah, Selat Baru. Ajang ini mempertemukan siswa dari berbagai madrasah untuk berkompetisi secara sehat dengan tetap mengedepankan kejujuran dan sportivitas.
Bagi MA Al-Huda Bengkalis, keikutsertaan dalam OMI menjadi bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada siswa. Kompetisi menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengetahui kemampuan dirinya sekaligus melihat sejauh mana mereka mampu bersaing dengan siswa dari madrasah lainnya.
Marlizayani berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan akademik dan tidak takut menghadapi berbagai kompetisi di masa mendatang.
Menurutnya, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Keberanian mengikuti kompetisi, proses persiapan, serta pengalaman menghadapi persaingan juga menjadi bekal penting bagi siswa untuk berkembang dan meraih prestasi pada kesempatan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....