Buku “Menjadi Pensyiar Baitullah yang Sukses Mulia” Diluncurkan di Pekanbaru
- 07 Sep 2026 22:57 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Pekanbaru: Sebuah buku yang mengajak para pensyiar Baitullah memaknai kembali profesinya diluncurkan di Pekanbaru. Buku berjudul Menjadi Pensyiar Baitullah yang Sukses Mulia diperkenalkan sekaligus dibedah dalam kegiatan Konsolidasi dan Temu Kangen Pensyiar Baitullah Arminareka Perdana Cabang Pekanbaru, 5 hingga 6 September 2026.
Buku tersebut dibedah langsung oleh penulisnya, Ustad Dave Ariant Yusuf atau yang akrab disapa Uday, di hadapan para pimpinan dan pensyiar Baitullah dari berbagai daerah.
Dalam pemaparannya, Uday mengajak para pensyiar untuk tidak memandang profesi tersebut sekadar sebagai pekerjaan. Menurutnya, menjadi pensyiar Baitullah merupakan bagian dari perjalanan untuk mengajak dan membantu orang lain memenuhi panggilan ke Tanah Suci.
“Profesi ini adalah profesi yang mulia. Kita meneruskan perjuangan Nabi Ibrahim menyeru manusia ke Baitullah,” ujar Uday, Minggu 6 September 2026.
Melalui buku tersebut, Uday ingin para pensyiar tidak hanya memahami bagaimana menjalankan aktivitasnya, tetapi juga memahami nilai dan makna di balik profesi yang dijalankan.
Ia menekankan, ketika seorang pensyiar memahami bahwa dirinya menjadi perantara kebaikan bagi orang lain, maka pekerjaan tersebut akan dijalani dengan kecintaan, ketulusan, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Peluncuran buku ini menjadi salah satu momen yang menarik perhatian peserta dalam kegiatan yang berlangsung di Evo Hotel Pekanbaru tersebut. Bahkan, sejumlah peserta mendapatkan buku secara gratis dari Komisaris Utama Arminareka Perdana, Darnelly Guril atau Bunda Guril.
Bagi peserta, buku itu bukan sekadar buah tangan dari kegiatan temu kangen, tetapi juga menjadi bekal untuk kembali menjalankan peran sebagai pensyiar Baitullah di daerah masing-masing.
Kepala Arminareka Perdana Cabang Pekanbaru, Andi Noviriyanti mengatakan, kehadiran buku tersebut melengkapi kegiatan konsolidasi yang juga menjadi ruang pembinaan dan silaturahmi para pensyiar Baitullah.
“Kita ingin para pensyiar pulang bukan hanya membawa semangat, tetapi juga membawa pemahaman baru tentang bagaimana memaknai profesi ini,” katanya.
Kegiatan diikuti peserta dari berbagai daerah di Riau dan Sumatera Barat. Sejumlah peserta lainnya juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, mulai dari Jakarta hingga Papua.
Bagi Arminareka, peluncuran buku Menjadi Pensyiar Baitullah yang Sukses Mulia menjadi momentum untuk memperkuat kembali pemahaman bahwa menjadi pensyiar Baitullah bukan hanya tentang mengajak orang bepergian ke Tanah Suci, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan menjadi bagian dari perjalanan ibadah orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....