Mabes TNI Dorong Penyiapan Pamen untuk Penanganan Karhutla di Bengkalis

  • 28 Agt 2026 17:26 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis: Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis mendapat perhatian dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI). Kodim 0303/Bengkalis kini menyiapkan langkah tindak lanjut, termasuk sosialisasi penanganan Karhutla dan penyiapan Perwira Menengah (Pamen).

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Kodim 0303/Bengkalis dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis di Ruang Rapat Hang Tuah, Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Jumat 28 Agustus 2026

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Bengkalis Kasmarni diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bengkalis, Ed Efendi.

Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Haris Nur Priatno mengatakan agenda sosialisasi merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Mabes TNI dalam memperkuat penanganan Karhutla di daerah.

Sosialisasi nantinya menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus menyatukan langkah antarpihak dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Bengkalis.

Kodim 0303/Bengkalis juga meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar unsur terkait dapat terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk BPBD, camat, dan perangkat daerah lainnya.

Langkah ini dinilai penting mengingat penanganan Karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor, terutama dalam memastikan kesiapan personel dan kecepatan respons ketika terjadi potensi kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut rencana tersebut. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bengkalis, Ed Efendi, mengatakan pemerintah daerah siap mendukung langkah TNI dalam memperkuat penanganan Karhutla.

Menurutnya, ancaman Karhutla tidak dapat ditangani hanya setelah api muncul. Kesiapan personel, koordinasi, dan pencegahan harus dibangun sejak awal.

“Kita tidak boleh menunggu sampai kebakaran terjadi. Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Dengan koordinasi yang kuat dan respons yang cepat, kita berharap potensi Karhutla dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan dapat diminimalkan,” ujar Ed Efendi.

Ia menyebut kondisi geografis dan karakteristik wilayah Bengkalis menjadi alasan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan.

Selain kesiapan aparat, pemerintah daerah juga menilai sosialisasi kepada masyarakat perlu diperkuat. Edukasi di tingkat masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap potensi Karhutla sekaligus mendorong tindakan pencegahan.

Ed Efendi menegaskan penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Karhutla bukan tanggung jawab satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat. Yang paling utama adalah memperkuat langkah pencegahan sejak dini,” katanya.

Melalui tindak lanjut arahan Mabes TNI tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap kesiapan menghadapi Karhutla semakin terukur, baik dari sisi personel maupun koordinasi di lapangan.

Sosialisasi yang akan digelar juga diharapkan menjadi momentum untuk memperjelas peran masing-masing pihak dalam mencegah dan menangani Karhutla di Kabupaten Bengkalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....