Dialog Antarumat Beragama, Perkuat Kerukunan Antarumat Beragama di Bengkalis
- 28 Agt 2026 00:21 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Guna memelihara iklim kondusif sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat beragama, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan yang juga aktif sebagai pengurus MUI Kecamatan Bantan Beberapa waktu lalu menghadiri Dialog Antarumat Beragama di Gedung Daerah Datuk Laksamana, Jalan Antara, Bengkalis.
Kegiatan yang digagas Komisi Kerukunan Umat Beragama dan Hubungan Luar Negeri MUI Kabupaten Bengkalis tersebut menghadirkan tiga narasumber dari unsur Islam, Kristen, dan Buddha. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni yang diwakili Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bengkalis, Hambali.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bengkalis, Buya Amrizal, Kamis 27 Agustus 2026 mengatakan dialog tersebut digelar sebagai respons terhadap maraknya perdebatan terkait keyakinan di media sosial yang berpotensi memicu gesekan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Menurutnya, meskipun kehidupan beragama di Kabupaten Bengkalis selama ini telah terjalin secara harmonis, langkah preventif dengan pendekatan restoratif tetap diperlukan untuk membendung berbagai narasi yang berpotensi memecah persatuan.
“MUI berkewajiban terlibat untuk menyelesaikan persoalan dengan mengedepankan pendekatan restoratif. Dialog ini menjadi wasilah membangun kesepahaman demi menciptakan kerukunan beragama,” tegas Buya Amrizal.
Ia juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu SARA yang beredar di media sosial serta mengedepankan sikap bijak dalam menyikapi perbedaan.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyambut baik pelaksanaan dialog tersebut. Dalam sambutannya, Hambali menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama yang ada di Negeri Junjungan harus menjadi kekuatan bersama, bukan sumber perselisihan.
“Jangan sampai perbedaan pemahaman berubah menjadi prasangka, dan jangan sampai perbedaan keyakinan menghilangkan rasa persaudaraan sebagai anak bangsa,” ujarnya.
Keterlibatan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat peran penyuluh sebagai agen kerukunan di tengah masyarakat. Berbagai pesan perdamaian, toleransi, dan pentingnya menjaga persatuan yang diperoleh dalam dialog diharapkan dapat diserap dan disebarluaskan kepada masyarakat binaan di wilayah Kecamatan Bantan.
Dengan demikian, dialog antarumat beragama tidak berhenti sebagai forum bertukar pandangan, tetapi dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kesepahaman, mencegah potensi konflik, serta merawat kerukunan umat beragama di Kabupaten Bengkalis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....