Mengenal 14 Faktor yang Memengaruhi Desil Kesejahteraan Masyarakat dalam DTSEN
- 26 Agt 2026 14:29 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Masyarakat mungkin pernah mendengar istilah desil 1 sampai desil 10 dalam pembahasan bantuan sosial. Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana posisi sebuah keluarga dalam desil ditentukan.
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN, pengelompokan ini digunakan pemerintah untuk membantu menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
DTSEN memungkinkan kondisi sosial ekonomi rumah tangga dilihat secara lebih menyeluruh, tidak hanya berdasarkan penghasilan. Data tersebut mencakup berbagai karakteristik, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, pendapatan, kondisi perumahan dan akses terhadap layanan dasar.
14 Faktor yang Perlu Diperhatikan
Secara umum, kondisi kesejahteraan keluarga dapat dipengaruhi oleh berbagai aspek berikut:
Pendapatan keluarga
Besarnya dan kestabilan pendapatan menjadi salah satu gambaran kemampuan ekonomi rumah tangga.
Pekerjaan
Status pekerjaan, jenis pekerjaan dan kestabilan sumber penghasilan turut menggambarkan kondisi ekonomi keluarga.
Jumlah anggota keluarga
Semakin banyak anggota keluarga yang harus ditanggung, semakin besar pula kebutuhan yang harus dipenuhi.
Pendidikan
Tingkat pendidikan anggota keluarga, terutama kepala keluarga, berkaitan dengan peluang memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang lebih baik.
Kondisi tempat tinggal
Kondisi fisik rumah menjadi salah satu gambaran tingkat kesejahteraan keluarga.
Kepemilikan dan kondisi aset
Kepemilikan aset dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan ekonomi sebuah rumah tangga.
Akses terhadap listrik
Ketersediaan listrik menjadi salah satu bagian dari indikator kondisi kehidupan rumah tangga.
Akses air bersih
Ketersediaan sumber air yang layak menjadi bagian penting dalam melihat kualitas hidup keluarga.
Kondisi sanitasi
Kepemilikan dan penggunaan fasilitas sanitasi yang layak juga berkaitan dengan tingkat kesejahteraan.
Akses pelayanan kesehatan
Kemampuan keluarga memperoleh layanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kesejahteraan.
Kondisi kesehatan anggota keluarga
Masalah kesehatan dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk bekerja sekaligus meningkatkan beban pengeluaran keluarga.
Kepemilikan jaminan kesehatan
Perlindungan melalui jaminan kesehatan dapat membantu keluarga menghadapi risiko pengeluaran akibat masalah kesehatan.
Kondisi sosial dan kerentanan keluarga
Faktor kerentanan sosial ekonomi dapat memengaruhi kemampuan keluarga bertahan ketika menghadapi perubahan atau guncangan ekonomi.
Akses terhadap berbagai layanan dasar dan program sosial
Kondisi akses keluarga terhadap layanan dasar serta keterlibatan dalam program perlindungan sosial juga menjadi bagian dari gambaran kesejahteraan.
Posisi desil seseorang atau sebuah keluarga bukan sesuatu yang bersifat permanen. Kondisi sosial ekonomi dapat berubah dari waktu ke waktu. Misalnya, sebuah keluarga yang sebelumnya memiliki pendapatan tetap kemudian kehilangan pekerjaan.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan kemampuan ekonominya menurun. Sebaliknya, keluarga yang memperoleh pekerjaan tetap, meningkatkan pendapatan, memperbaiki kondisi tempat tinggal atau mengalami peningkatan akses terhadap layanan dasar dapat mengalami perubahan kondisi kesejahteraan.
Karena itu, pemutakhiran data menjadi sangat penting agar kondisi masyarakat yang tercatat dalam sistem semakin mendekati keadaan sebenarnya di lapangan.
Desil 1 sampai 10, Apa Artinya?
Secara sederhana, masyarakat dibagi ke dalam 10 kelompok kesejahteraan. Desil yang lebih rendah menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih rendah, sedangkan desil yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi.
Namun, desil tidak boleh langsung disamakan dengan status miskin atau tidak miskin. Desil merupakan pengelompokan kesejahteraan yang digunakan sebagai salah satu dasar dalam penargetan program pemerintah.
Karena itu, masyarakat yang merasa kondisi ekonominya sudah berubah tetapi data masih menunjukkan posisi desil tertentu perlu memastikan data kependudukan dan kondisi sosial ekonominya telah diperbarui melalui mekanisme resmi pemerintah.
Keakuratan DTSEN sangat penting karena data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menentukan sasaran intervensi sosial. BPS dalam kajiannya juga menekankan bahwa DTSEN memungkinkan pengelompokan rumah tangga berdasarkan berbagai aspek, termasuk pendidikan, kesehatan, pendapatan dan kondisi perumahan.
Dengan data yang akurat dan terus diperbarui, diharapkan program bantuan sosial tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sumber : BPS, Patikab.go.id (Variabel pengelompakkan kesejahteraan masyarakat)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....