Ponpes Al Amin Dumai Tampilkan Inovasi Santripreneur Sawit di SIEXPO 2026

  • 14 Agt 2026 18:11 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pondok Pesantren Al Amin Dumai melalui program Santripreneur Sawit Indonesia, beberapa waktu lalu turut ambil bagian dalam Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) Ke-4 Tahun 2026 yang digelar di SKA Co Ex, Pekanbaru, Provinsi Riau.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Amin Dumai, KH. W. Zainal Abidin, Jumat 14 Agustus 2026, turut menyampaikan gagasan Roadmap Gerakan Nasional Santripreneur Sawit Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045 kepada Menteri PPN/Kepala BAPPENAS.

Usulan tersebut kemudian disampaikan secara lebih rinci melalui jajaran BAPPENAS yang hadir, termasuk Direktur Pangan dan Pertanian BAPPENAS RI, Jarot Indarto. Tidak berhenti pada pengembangan produk, Pondok Pesantren Al Amin Dumai juga memperkenalkan konsep Edu Wisata Santripreneur Sawit Indonesia.

"Konsep tersebut mengintegrasikan pendidikan pesantren, koperasi, kewirausahaan santri, UMKM, hilirisasi sawit, ekonomi syariah, dan wisata edukasi dalam satu kawasan terpadu. Ke depan, Pondok Pesantren Al Amin Dumai diharapkan dapat berkembang menjadi National Learning Center bagi pengembangan ekonomi pesantren berbasis kelapa sawit,'' jelas Zainal.

Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang pembelajaran bagi santri, pelajar, mahasiswa, aparatur pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk mengenal potensi kelapa sawit secara lebih luas, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Keikutsertaan tersebut menjadi momentum strategis bagi Pondok Pesantren Al Amin Dumai untuk memperkenalkan inovasi, hilirisasi produk kelapa sawit, pemberdayaan UMKM, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Langkah tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan visi menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam pameran tersebut adalah Batik Santripreneur Sawit Indonesia, produk batik yang memanfaatkan Malam Sawit sebagai salah satu bahan utama dalam proses pembatikan.

Inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Kerajinan dan Batik (BBSPJKB) Yogyakarta, serta Pondok Pesantren Al Amin Dumai.

Tahun 2026 menjadi tonggak awal pengembangan Batik Santripreneur Sawit Indonesia melalui pilot project yang dimulai dari Provinsi Riau. Pondok Pesantren Al Amin Dumai dipercaya sebagai Center of Excellence, bersama tiga pesantren lainnya, yakni Pondok Pesantren AUFIA Minas Kabupaten Siak, Pondok Pesantren Baitul Qur’an Kota Dumai, dan Pondok Pesantren Muhammadiyah Kota Duri Kabupaten Bengkalis.

Kehadiran Santripreneur Sawit Indonesia semakin mendapat perhatian ketika Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS RI Rachmat Pambudy, turut mengunjungi booth Santripreneur Al Amin Dumai pada SIEXPO Ke-4 Tahun 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ketua Umum APKASINDO, Ketua Penyelenggara SIEXPO, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Palma Kementerian Pertanian, Bupati Rokan Hilir, Bupati Siak, Wakil Bupati Dharmasraya, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Menteri PPN/Kepala BAPPENAS tampak tertarik dengan produk perdana Batik Santripreneur Sawit Indonesia. Dalam dialog tersebut, ia menanyakan proses pengembangan batik, penggunaan Malam Sawit sebagai bahan inovasi pembatikan, hingga harga produk.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa kelapa sawit tidak hanya memiliki nilai sebagai komoditas primer, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai tambah melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Selain Batik Malam Sawit, Pondok Pesantren Al Amin Dumai turut memperkenalkan sejumlah produk UMKM binaan pesantren, seperti keripik singkong, keripik tempe, dan keripik pisang.

Produk-produk tersebut bahkan memiliki peluang untuk menembus pasar Belanda melalui jejaring UMKM Indonesia yang telah dibangun sejak keikutsertaan dalam Festival Islam Kepulauan PCINU Belanda di Den Haag pada 18–19 Mei 2024.

Peluang pasar internasional tersebut menjadi bagian dari upaya pesantren memperluas akses pemasaran sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal yang dihasilkan melalui ekosistem ekonomi pesantren.

Program Santripreneur Sawit Indonesia menjadi salah satu contoh bagaimana pesantren dapat mengambil peran lebih luas dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi umat.

Melalui koperasi, UMKM, kewirausahaan santri, serta hilirisasi potensi daerah, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam mendorong pesantren yang mandiri, berdaya, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pengembangan Santripreneur Sawit juga memiliki relevansi dengan agenda nasional, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, hilirisasi industri, pengembangan koperasi dan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

KH. W. Zainal Abidin, yang juga Ketua Hebitren Riau, jajaran Dewan Pembina Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Riau, Pengurus FKPP Riau, serta Wakil Ketua Umum Asosiasi Forum Ekonomi Pesantren Indonesia (FEPI), mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan memperkenalkan inovasi pesantren dalam ajang SIEXPO 2026.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada BPDP, BBSPJKB Yogyakarta, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kota Dumai, beberapa kementerian, terkhusus Kementerian Agama, seluruh mitra, perusahaan/swasta, asosiasi pesantren, asosiasi sawit, perguruan tinggi, ormas Islam dan semua pihak yang telah mendukung pengembangan Santripreneur Sawit Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun sumber daya manusia, memperkuat koperasi, memberdayakan UMKM, sekaligus menghadirkan inovasi yang berbasis pada potensi daerah.

“Kami meyakini bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia, memperkuat koperasi, memberdayakan UMKM, dan menghadirkan inovasi berbasis potensi daerah. Ikhtiar yang dimulai dari Riau ini kami harapkan menjadi Gerakan Nasional Santripreneur Sawit Indonesia yang memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, serta menjadi kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Keikutsertaan Pondok Pesantren Al Amin Dumai dalam SIEXPO Ke-4 Tahun 2026 akhirnya bukan sekadar ajang memamerkan produk. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk memperlihatkan wajah baru pesantren yang inovatif, produktif, mandiri, dan mampu membangun kolaborasi lintas sektor.

Dari Riau, Santripreneur Sawit Indonesia diharapkan terus berkembang menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan mengusung semangat “Dari Santri untuk Negeri, Terus Bersinergi dan Berinovasi,” pesantren mengambil bagian dalam memperkuat ekonomi umat sekaligus menyiapkan generasi santri yang mandiri dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....