Penyuluh Agama Tiga KUA di Bengkalis Perkuat Kapasitas Pembinaan Masyarakat

  • 13 Agt 2026 15:51 WIB
  •  Bengkalis
Poin Utama
  • Penyuluh Agama Islam dari KUA Pinggir, termasuk wilayah Talang Muandau, mengikuti kegiatan pembinaan kapasitas bersama penyuluh dari KUA Mandau dan KUA Bathin Solapan.
  • Kegiatan silaturahmi dan pembinaan dirancang untuk memperkuat kemampuan penyuluh dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan keagamaan di tingkat masyarakat.
  • Pembinaan dilaksanakan di Aula Manasik Haji dan Balai Nikah KUA Mandau pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Bengkalis: Penyuluh Agama Islam dari KUA Pinggir, termasuk wilayah Talang Muandau, bersama penyuluh KUA Mandau dan KUA Bathin Solapan mengikuti pembinaan untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi persoalan sosial dan keagamaan di masyarakat.

Kegiatan Silaturahmi dan Pembinaan Penyuluh tersebut digelar di Aula Manasik Haji dan Balai Nikah KUA Mandau, Rabu 12 Agustus 2026.

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bengkalis, Nurlaili Lubis, mengatakan pertemuan lintas wilayah KUA diperlukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus menjadi ruang bagi penyuluh bertukar pengalaman.

“Silaturahmi seperti ini menjadi momentum untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan membangun kebersamaan agar penyuluh semakin solid dalam menjalankan tugas pembinaan di masyarakat,” ujarnya.

Menurut Nurlaili, penyuluh berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat sehingga membutuhkan koordinasi dan pembaruan wawasan secara berkala. Kondisi di masing-masing wilayah juga dapat berbeda sehingga pengalaman lapangan antarpenyuluh dapat menjadi bahan pembelajaran bersama.

Kepala KUA Mandau, Saim, menilai peningkatan kapasitas perlu menjadi bagian dari pengembangan profesional penyuluh. Ia meminta penyuluh terus memperluas wawasan agar materi pembinaan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Penyuluh memiliki peran penting dalam memberikan pencerahan dan pendampingan kepada masyarakat. Karena itu, mari terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, dan memberikan pelayanan keagamaan yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyuluh Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Abdul Haris, memberikan penguatan mengenai integritas, kreativitas dan moderasi beragama.

Ia menekankan penyuluh perlu mampu beradaptasi dengan perubahan persoalan sosial-keagamaan yang berkembang di masyarakat. Salah satu perhatian yang ditekankan adalah penguatan ketahanan keluarga di wilayah binaan.

Penyuluh Agama Islam KUA Pinggir, H. Sarkawi, mengatakan pembinaan tersebut memberikan tambahan perspektif dalam menjalankan tugas di lapangan.“Pembinaan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendapatkan arahan dan motivasi, kami dapat bertukar pengalaman sehingga ke depan bisa lebih maksimal dalam memberikan pembinaan dan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut diikuti penyuluh dari tiga wilayah KUA, yakni Pinggir, Mandau dan Bathin Solapan. Selain memperkuat jejaring antarpenyuluh, kegiatan diharapkan dapat mendorong pola pembinaan yang lebih adaptif terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Peningkatan kapasitas penyuluh dinilai penting karena mereka menjadi salah satu unsur Kementerian Agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam memberikan edukasi, pendampingan dan pembinaan keagamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....