DPMPTSP Bengkalis Evaluasi MPP, 20 Tenant Masih Aktif Layani Warga
- 11 Agt 2026 17:19 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bengkalis terus melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Mal Pelayanan Publik (MPP) guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Evaluasi dilakukan tidak hanya terhadap pelayanan, tetapi juga fasilitas dan pemanfaatan ruangan yang tersedia di MPP. Sejumlah konter layanan dari instansi pemerintah maupun pihak swasta telah tersedia untuk memudahkan masyarakat memperoleh berbagai layanan dalam satu lokasi.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Bengkalis Khairi Fahrizal mengatakan saat ini terdapat sekitar 48 tenant yang telah menjalin kerja sama untuk memberikan pelayanan di MPP Bengkalis. Namun, tidak seluruh tenant tersebut masih aktif beroperasi.
"Kalau sesuai dengan perjanjian kerja sama dari awal, ada sekitar 48 tenant yang kita kerja samakan. Namun, dari jumlah tersebut ada yang tidak aktif. Saat ini yang aktif sekitar 20 tenant," ujar Khairi, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari faktor geografis dan keberadaan kantor sejumlah instansi yang relatif berdekatan dengan MPP. Salah satunya layanan keimigrasian yang tetap lebih banyak dilakukan di kantor Imigrasi karena lokasinya tidak terlalu jauh dari MPP.
"Ini kita sangat memaklumi karena kondisi geografis. Ada beberapa kantor yang posisinya berdekatan dengan MPP, sehingga mereka lebih cenderung membuka layanan di kantor sendiri," jelasnya.
Khairi menambahkan, DPMPTSP akan melakukan rekonsolidasi terhadap para mitra yang telah menandatangani kerja sama tetapi saat ini tidak aktif. Penataan tersebut juga dilakukan karena terdapat sejumlah mitra yang sebelumnya keluar dan telah digantikan dengan mitra baru.
"Kita sudah membuat rencana untuk memperbaiki atau merekonsolidasi ulang rekan-rekan yang sudah menandatangani kontrak tetapi tidak aktif. Ada beberapa yang keluar, kemudian ada penggantinya, seperti dari Genpi, BPOM, sertifikat halal dan beberapa lainnya," katanya.
Ia menyebutkan, apabila proses konsolidasi dengan calon mitra baru telah mencapai kesepakatan, DPMPTSP akan menjalin kerja sama untuk menghadirkan layanan tersebut di MPP.
Selain mempertahankan layanan yang sudah ada, DPMPTSP juga tengah mencari konsep agar MPP tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
"Kita akan kembali mengidentifikasi bagaimana MPP ini bisa eksis dan dijadikan pusat keramaian atau pusat aktivitas warga, sehingga pelayanan tetap ada dan terus berjalan," ungkap Khairi.
Menurutnya, peluang kerja sama terbuka luas, termasuk dengan pelaku UMKM maupun organisasi kemasyarakatan dan profesi. Dengan demikian, keberadaan MPP diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Khairi mengatakan, MPP Bengkalis juga memiliki dua ruangan berukuran cukup besar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, termasuk pertemuan dan kegiatan ilmiah.
"Kita punya dua ruangan yang cukup besar dan kapasitasnya memadai untuk pertemuan-pertemuan ilmiah. Ini menjadi salah satu potensi ke depan bagaimana kita meramaikan MPP," ujarnya.
Saat ini, sekitar 20 tenant masih aktif memberikan pelayanan di MPP Bengkalis. Jumlah kunjungan masyarakat rata-rata berkisar 50 hingga 70 orang per hari. Namun, pada hari-hari tertentu jumlah kunjungan dapat meningkat hingga sekitar 200 orang.
Layanan yang banyak diakses masyarakat antara lain pengurusan BPJS dan layanan administrasi kependudukan seperti KTP elektronik.
Khairi menegaskan, pelayanan publik tidak selalu harus dipusatkan secara fisik di MPP. Menurutnya, yang paling penting adalah masyarakat mendapatkan akses pelayanan yang mudah dan sesuai dengan kebutuhannya.
"Pelayanan prima itu bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan. Tidak harus mereka datang ke sini, tergantung bagaimana mereka mudah mengakses pelayanan dan aktivitasnya," katanya.
Ia mencontohkan layanan keimigrasian. Karena kantor Imigrasi berada relatif dekat dengan MPP, masyarakat tetap dapat memperoleh layanan langsung di kantor tersebut tanpa harus datang ke MPP.
"Konsep MPP ini harus dipahami bersama. MPP didirikan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan hanya di satu tempat, sehingga mereka bisa mengunjungi layanan yang dibutuhkan dalam satu kawasan," jelasnya.
Di sisi lain, DPMPTSP Bengkalis kini juga tengah menyusun konsep baru bersama pengelola MPP. Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah digitalisasi internal untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pelayanan.
"Konsep baru sedang kita susun bersama teman-teman di MPP. Ada beberapa pendekatan, salah satunya digitalisasi. Bukan hanya digitalisasi MPP yang dibangun pemerintah, tetapi kita juga ingin membangun digitalisasi internal agar sistem yang dibuat benar-benar berjalan di lingkungan MPP," tutur Khairi.
Ia menyebutkan, tantangan DPMPTSP tidak hanya berkaitan dengan pelayanan publik, tetapi juga bagaimana meningkatkan pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai penanaman modal serta investasi.
"PR kita yang paling berat bukan hanya persoalan pelayanan, tetapi juga karena DPMPTSP berkaitan dengan penanaman modal dan investasi. Tantangannya adalah edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha," katanya.
Menurut Khairi, investasi memiliki mekanisme pelaporan dan pengawasan tersendiri sehingga pemahaman pelaku usaha menjadi bagian penting dalam mendukung iklim investasi di Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, salah seorang pengunjung MPP Bengkalis, Rahman Siregar, mengaku terbantu dengan keberadaan MPP karena sejumlah layanan dapat diakses dalam satu lokasi.
"Menurut saya lebih mudah. Sekali datang, beberapa urusan bisa dilakukan karena tempat pelayanan yang kita tuju berada di dalam MPP, saya juga usul di lokasi juga mesti melengkapi fasilitas" ujar Fauziah.
Ia berharap keberadaan MPP dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, pelayanan publik harus selalu tersedia ketika masyarakat membutuhkannya.
"Harapannya MPP ini tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan, karena pelayanan kepada masyarakat sangat dibutuhkan dan harus hadir setiap saat ketika diperlukan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....