KKM ISNJ Bengkalis Edukasi Warga Suku Akit Cegah Nikah Dini

  • 10 Agt 2026 16:33 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis menyambangi masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Akit di Desa Bantan Tengah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Posyandu Kempas tersebut digelar berkolaborasi dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bantan Tengah. Memanfaatkan momentum pelayanan Posyandu, mahasiswa KKM ISNJ memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya para ibu, terkait pencegahan pernikahan dini, stunting, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.

Koordinator Desa KKM ISNJ Bantan Tengah, Agustiawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pertama, kami mengapresiasi kerja keras teman-teman Posyandu dan Pustu yang terus mengajak para ibu datang membawa anak-anak mereka. Hari ini kami melihat antusiasme masyarakat cukup baik,” ujar Agustiawan.

Menurutnya, kegiatan Posyandu menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan edukasi kesehatan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

Ia menjelaskan, membangun keluarga sehat tidak hanya dimulai setelah seorang anak lahir, tetapi perlu dipersiapkan sejak sebelum seseorang memasuki kehidupan rumah tangga.

“Menikah bukan hanya soal sudah memiliki pasangan. Setelah menikah ada banyak tanggung jawab, terlebih ketika sudah mempunyai anak. Karena itu, sebelum menikah perlu dipikirkan kesiapan diri, pendidikan, kesehatan, serta bagaimana kehidupan keluarga ke depan,” katanya.

Agustiawan menilai pernikahan pada usia terlalu muda perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, edukasi yang diberikan mahasiswa bukan untuk melarang masyarakat menikah, melainkan memberikan pemahaman bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

“Ketika pasangan lebih siap membangun keluarga, mereka juga akan lebih siap merawat dan memenuhi kebutuhan anak. Dari sinilah upaya pencegahan stunting sebenarnya bisa dimulai,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi mengenai pernikahan dini dan stunting, mahasiswa KKM ISNJ juga mengajak para ibu agar rutin membawa anak ke Posyandu. Langkah tersebut penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak usia dini.

“Kalau ada kondisi pertumbuhan anak yang perlu mendapat perhatian, tentu lebih baik diketahui lebih awal. Karena itu kami mengajak para ibu untuk tetap aktif datang ke Posyandu,” kata Agustiawan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan makanan, menggunakan air bersih, serta menjaga sanitasi lingkungan rumah dinilai dapat membantu mencegah berbagai masalah kesehatan.

Agustiawan menyebut pencegahan pernikahan dini, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta penerapan PHBS merupakan hal yang saling berkaitan dalam membangun keluarga sehat dan berkualitas.

“Kalau kita berbicara tentang pencegahan pernikahan dini, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan kebutuhan gizi hingga kebiasaan hidup bersih, semuanya bermuara pada satu hal, yaitu bagaimana membangun keluarga yang sehat dan berkualitas,” katanya.

KKM ISNJ Bengkalis berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan Posyandu. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada anggota keluarga lainnya.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa KKM ISNJ Bengkalis kepada masyarakat. Kami berharap kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat KAT Suku Akit dapat memberikan manfaat melalui kegiatan yang sederhana, tetapi dekat dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Di sela kegiatan, mahasiswa KKM ISNJ yang terdiri dari Muhammad Hafiz, Diki, Bahrul, Muhammad Nabil, Taufik, dan Imam Khumaini turut membagikan suvenir kepada anak-anak berupa buku gambar, alat tulis, serta pernak-pernik bertema Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembagian suvenir tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa membangun kedekatan dengan anak-anak sekaligus menambah semarak kegiatan Posyandu menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....