E-Ticketing Ro-Ro Bengkalis Segera Dikerjakan, PKS Disiapkan

  • 10 Agt 2026 15:44 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dalam waktu dekat akan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) sebagai pihak pelaksana sistem tiket elektronik atau e-ticketing pada layanan penyeberangan Ro-Ro.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan saat ini pihaknya tengah menyelesaikan sejumlah administrasi sebagai tahapan sebelum PKS ditandatangani.

"Untuk persiapan mulai pengerjaan e-ticketing, saat ini kita sedang menyiapkan PKS dengan PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI). Administrasinya masih kita persiapkan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan," ujar Ardiansyah, Senin 10 Agustus 2026.

Menurutnya, proses administrasi sebelumnya telah dilakukan di tingkat pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bengkalis. Saat ini, penyelesaian administrasi berada di internal Dinas Perhubungan.

"Administrasi di Bupati sudah selesai, kemudian di DPRD juga sudah selesai. Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan PKS, namun saat ini masih diselesaikan beberapa administrasi di Dinas Perhubungan," jelasnya.

Ardiansyah menegaskan, pengerjaan sistem e-ticketing baru dapat dilanjutkan setelah PKS resmi ditandatangani. Setelah itu, pihak pelaksana akan mulai melakukan pekerjaan teknis di lapangan.

CEO PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) Firdaus dalam keterangan pers beberapa waktu lalu (Foto : Dokumentasi RRI/TSM)

Sementara itu, CEO PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI), Firdaus, mengungkapkan bahwa sistem e-ticketing yang akan diterapkan nantinya mencakup seluruh pengguna jasa penyeberangan.

"Sistem e-ticketing nantinya mencakup seluruh pengguna jasa penyeberangan, baik kendaraan roda empat, roda dua maupun pejalan kaki," kata Firdaus.

Firdaus menyebutkan, berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, termasuk melalui pertemuan secara daring, sejumlah poin dalam PKS sudah tidak lagi menjadi persoalan. Penandatanganan PKS direncanakan berlangsung pada Rabu.

"Kemarin juga sudah dibahas melalui Zoom. Intinya, poin-poinnya sudah tidak ada permasalahan lagi. Hari Rabu direncanakan kita akan melakukan penandatanganan PKS," ungkapnya.

Dari sisi teknis, Firdaus memastikan tim teknologi informasi (IT) dari GBSI telah dipersiapkan. Tim tersebut nantinya akan langsung bergerak melakukan pekerjaan setelah mendapatkan izin dari Dinas Perhubungan.

"Tim kita dari perusahaan, khususnya dari IT, sudah kita siapkan. Setelah penandatanganan PKS dan izin dari Dishub dikeluarkan, kita sudah bisa mulai bekerja, termasuk melakukan penarikan jaringan dan persiapan teknis lainnya," ujarnya.

Ia menargetkan, setelah PKS ditandatangani, pihaknya memiliki waktu sekitar satu bulan untuk mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana pendukung e-ticketing.

"Target kita setelah PKS, kita mempunyai waktu kurang lebih satu bulan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, termasuk penarikan ulang jaringan dan pengiriman barang-barang yang dibutuhkan," jelas Firdaus.

Menurutnya, salah satu hal yang berpotensi memengaruhi waktu pengerjaan adalah proses pengadaan dan pengiriman perangkat. Sejumlah kebutuhan yang tersedia dalam kondisi ready stock dapat segera disiapkan, sementara perangkat tertentu membutuhkan waktu karena harus dipesan terlebih dahulu.

"Yang mungkin memakan waktu adalah pengiriman barang yang dipesan. Kalau barangnya ready stock, bisa langsung kita siapkan. Namun ada juga barang yang sifatnya aplikasi atau perangkat tertentu yang membutuhkan waktu," katanya.

Penerapan sistem e-ticketing tersebut ditargetkan rampung sebelum pertengahan September 2026. Dishub Kabupaten Bengkalis sebelumnya menargetkan sistem tersebut dapat diluncurkan pada 17 September 2026 bertepatan dengan momentum Hari Perhubungan Nasional.

Firdaus memastikan pihaknya akan mulai bekerja segera setelah seluruh administrasi dan izin dari Dishub selesai.

"Kalau setelah PKS ini sudah mendapatkan izin dari Dishub, kita langsung mulai bekerja. Targetnya pada 17 September semuanya sudah selesai dan bisa diluncurkan," tuturnya.

Dalam penerapannya nanti, perubahan tidak hanya berkaitan dengan sistem pembelian tiket. Sejumlah sarana dan prasarana di kawasan pelabuhan juga akan disesuaikan untuk mendukung mekanisme baru tersebut.

Firdaus menjelaskan, pengguna jasa nantinya akan melewati sejumlah tahapan, mulai dari pembelian tiket hingga proses verifikasi sebelum memasuki area penyeberangan.

"Sarana dan prasarana yang akan dirubah cukup banyak. Ada proses verifikasi setelah membeli tiket, kemudian ruang tunggu, area dermaga dan boarding verification. Di sini akan ada perubahan yang cukup signifikan," pungkasnya.

Penerapan e-ticketing diharapkan dapat meningkatkan ketertiban, efisiensi serta kualitas pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa penyeberangan Ro-Ro di Kabupaten Bengkalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....