Jejak Sejarah Bengkalis Sulit Dibuktikan karena Minim Peninggalan Fisik

  • 29 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Pengungkapan sejarah Bengkalis menghadapi tantangan tersendiri karena minimnya peninggalan fisik yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. Berbeda dengan daerah lain yang memiliki bangunan batu atau situs bersejarah yang bertahan selama ratusan tahun, sebagian besar bangunan di Bengkalis pada masa lalu dibangun menggunakan material kayu sehingga tidak mampu bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Muhammad Isa Selamat, saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif RRI Bengkalis bertema "Sidang Istimewa DPRD Warnai Hari Jadi Bengkalis ke-514", Selasa 28 Juli 2026.

Muhammad Isa Selamat mengatakan, kondisi geografis dan karakter wilayah Bengkalis menjadi salah satu penyebab sulitnya menemukan bukti fisik yang dapat memperkuat perjalanan sejarah daerah. Menurutnya, hal itu tidak berarti Bengkalis tidak memiliki peradaban, tetapi lebih disebabkan oleh bahan bangunan yang digunakan masyarakat pada masa lampau.

"Memang kelemahan mungkin untuk kita buktikan karena wilayah kita ini tidak seperti wilayah tempat lain yang punya batuan. Bangunan kita dulu terbuat daripada kayu yang mungkin tak sampai seratus tahun dia akan hilang. Kecuali di tempat-tempat yang materialnya batu dan pasir, bangunan itu masih bisa bertahan sampai hari ini," jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan peninggalan bangunan membuat penelitian sejarah Bengkalis harus mengandalkan berbagai sumber lain, seperti dokumen sejarah, artefak, koin kuno, hingga temuan benda-benda bersejarah yang ditemukan masyarakat.

Meski demikian, Muhammad Isa Selamat menegaskan masih banyak bukti sejarah yang dapat dijadikan bahan penelitian. Salah satunya adalah temuan koin emas, logam kuno, hingga nisan-nisan lama yang tersebar di sejumlah lokasi di Pulau Bengkalis.

"Aspek lain masih banyak karena banyak peninggalan-peninggalan Bengkalis, seperti koin emas dan sebagainya. Itu membuktikan memang Bengkalis sebagai pusat peradaban," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, pendengar RRI, H. Alam, berharap upaya pengungkapan sejarah Bengkalis terus dilanjutkan. Menurutnya, hasil penelitian sejarah perlu dikenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami identitas dan perjalanan panjang daerah yang akan mereka warisi.

Muhammad Isa Selamat juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang sejarah Bengkalis hanya dari keberadaan bangunan tua. Menurutnya, bukti sejarah dapat berasal dari berbagai sumber, baik benda peninggalan, dokumen, maupun hasil penelitian ilmiah yang saling melengkapi.

Ia berharap semakin banyak penelitian dilakukan sehingga fakta-fakta sejarah Bengkalis dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi warisan ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....