Suma Oriental Jadi Rujukan Penelusuran Sejarah Hari Jadi Bengkalis

  • 29 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Buku Suma Oriental karya penjelajah Portugis Tomé Pires menjadi salah satu rujukan penting dalam menelusuri sejarah Kabupaten Bengkalis. Catatan yang ditulis pada awal abad ke-16 itu menyebut Bengkalis sebagai pusat perdagangan pada tahun 1512 dan menjadi bagian dari kajian sejarah yang menguatkan penetapan Hari Jadi Bengkalis.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Muhammad Isa Selamat, saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif RRI Bengkalis bertema "Sidang Istimewa DPRD Warnai Hari Jadi Bengkalis ke-514", Selasa 28 Juli 2026.

Muhammad Isa Selamat menjelaskan, dalam buku Suma Oriental, Tomé Pires mencatat Bengkalis sebagai kawasan perdagangan yang memiliki posisi strategis di Selat Malaka. Dalam catatan tersebut juga disebutkan bahwa Bengkalis dipimpin oleh seorang penguasa yang memiliki kekuasaan besar dan berada di bawah Kesultanan Melaka.

"Dalam buku Suma Oriental karangan Tomé Pires itu dituliskan bahwa tahun 1512 Bengkalis sebagai pusat perdagangan. Ketika itu Bengkalis dipimpin oleh seorang individu yang sangat berkuasa dan dia takluk kepada pemerintahan Melaka, karena memang Bengkalis ketika itu merupakan bahagian dari Melaka," ujar Muhammad Isa Selamat.

Ia mengatakan, catatan tersebut menjadi salah satu referensi penting dalam memahami posisi Bengkalis pada awal abad ke-16. Namun demikian, menurutnya masih terdapat sejumlah pertanyaan sejarah yang belum dapat dijawab secara tuntas, terutama mengenai identitas tokoh yang memimpin Bengkalis pada masa itu.

Muhammad Isa Selamat menjelaskan, berdasarkan kajian yang dilakukannya, muncul dugaan bahwa tokoh yang dimaksud dalam catatan Tomé Pires kemungkinan memiliki keterkaitan dengan Panglima Hitam, tokoh yang dikenal memimpin perlawanan di Selat Bengkalis pada tahun 1512. Meski demikian, ia menegaskan dugaan tersebut masih memerlukan kajian akademik dan bukti sejarah yang lebih lengkap.

"Yang menjadi tanda tanya bagi saya sebagai pengkaji sejarah, siapa pemimpin yang dimaksudkan Tomé Pires itu. Kalau kita urut dengan kisah perlawanan heroik tahun 1512 yang dipimpin Panglima Hitam, mungkin saja pemimpin yang dimaksud itu adalah Panglima Hitam. Itu yang belum dapat dijawab secara tuntas," katanya.

Dalam dialog tersebut, pendengar RRI, H. Alam, juga berharap penelusuran sejarah Bengkalis tidak berhenti pada penetapan Hari Jadi semata. Menurutnya, kajian sejarah perlu terus dilanjutkan agar dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal memahami perjalanan panjang daerahnya.

"Kita harus wariskan ini kepada generasi-generasi muda kita, karena merekalah yang akan melanjutkan kepemimpinan setelah kita," ujar H. Alam melalui sambungan telepon.

Muhammad Isa Selamat menambahkan, pengungkapan sejarah Bengkalis membutuhkan dukungan penelitian yang berkelanjutan, baik melalui kajian terhadap sumber-sumber tertulis maupun penelusuran berbagai peninggalan sejarah yang masih tersebar di wilayah Bengkalis.

Ia berharap semakin banyak data dan bukti sejarah yang dapat ditemukan sehingga mampu memperkaya khazanah sejarah Bengkalis sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai salah satu kawasan yang memiliki peran penting dalam sejarah maritim di Selat Malaka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....