Makam Panglima Hitam Belum Ditemukan, Jadi Catatan Penelusuran Sejarah Bengkalis

  • 29 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Keberadaan makam Panglima Hitam hingga kini masih menjadi tanda tanya dalam perjalanan sejarah Kabupaten Bengkalis. Tokoh yang diyakini memimpin perlawanan terhadap Portugis di Selat Bengkalis itu disebut belum diketahui secara pasti lokasi makamnya, sehingga menjadi salah satu pekerjaan rumah dalam upaya mengungkap sejarah daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Interaktif RRI Bengkalis bertema "Sidang Istimewa DPRD Warnai Hari Jadi Bengkalis ke-514", yang menghadirkan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis, Dr. H. Muhammad Isa Selamat, sebagai narasumber.

Dalam sesi dialog, pendengar RRI, H. Alam, menyampaikan hingga saat ini makam Panglima Hitam belum berhasil ditemukan. Menurutnya, penelusuran terhadap jejak tokoh yang dikenal memimpin pasukan dari Cengoro membantu Kesultanan Melaka melawan Portugis perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya melengkapi sejarah Bengkalis.

"Sampai saat ini kita belum mengetahui di mana kubur daripada Panglima Hitam yang menjadi pimpinan waktu dari Cengoro membantu menyerang Portugis. Jadi betul memang kata Datuk itu, mungkin lebih tua lagi Bengkalis ini," ujar H. Alam saat menyampaikan pertanyaan melalui sambungan telepon, Selasa 28 Juli 2026.

Menanggapi hal tersebut, Dr. H. Muhammad Isa Selamat mengatakan belum ditemukannya makam Panglima Hitam bukan berarti jejak sejarah tokoh tersebut tidak ada. Menurutnya, hingga kini masih banyak peninggalan sejarah di Pulau Bengkalis yang belum diteliti secara menyeluruh.

Ia menjelaskan berbagai penemuan makam tua maupun artefak sejarah di sejumlah lokasi menunjukkan masih terbukanya peluang penelitian lanjutan yang dapat memperkaya data sejarah Bengkalis.

"Memang belum ditemukan sampai sekarang. Kita tidak menolak kemungkinan-kemungkinan sejarah itu karena banyak kubur-kubur lama di pulau ini yang makin hari dapat terbongkar," kata Muhammad Isa Selamat.

Menurutnya, penelitian terhadap peninggalan sejarah perlu dilakukan secara bertahap dengan pendekatan akademik agar setiap temuan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hal itu penting mengingat Bengkalis memiliki karakter wilayah yang berbeda dengan daerah lain, sehingga bukti-bukti sejarah yang tersisa tidak selalu berupa bangunan fisik.

Selain menjadi bagian dari upaya memperkaya khazanah sejarah daerah, penelusuran terhadap jejak Panglima Hitam juga dinilai penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda terhadap perjalanan panjang Bengkalis. Dengan demikian, sejarah daerah tidak hanya diperingati melalui Hari Jadi Bengkalis, tetapi juga terus dikaji dan diwariskan sebagai bagian dari identitas masyarakat Negeri Junjungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....