LAMR Tegaskan Hari Jadi Bengkalis Berbeda dengan Hari Jadi Kabupaten

  • 28 Jul 2026 09:50 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-514 yang diperingati setiap 30 Juli berbeda dengan Hari Jadi Kabupaten Bengkalis sebagai wilayah administratif. Perbedaan tersebut perlu terus disosialisasikan agar masyarakat tidak keliru memahami sejarah lahirnya Bengkalis yang telah berusia lebih dari lima abad.

Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Abdul Fattaah, mengatakan masih banyak masyarakat, bahkan tamu dari luar daerah, yang menyebut peringatan tersebut sebagai Hari Jadi Kabupaten Bengkalis. Padahal, usia 514 tahun merupakan penanda perjalanan sejarah Bengkalis sebagai sebuah negeri yang memiliki jejak panjang sejak masa perjuangan melawan penjajah Portugis.

Menurutnya, penetapan Hari Jadi Bengkalis telah melalui kajian sejarah yang dilakukan Tim Pencari Fakta dan diseminarkan bersama para sejarawan serta pemerintah daerah. Hasil kajian itulah yang kemudian menjadi dasar penetapan usia Bengkalis hingga saat ini.

"Yang diperingati adalah Hari Jadi Bengkalis, bukan Hari Jadi Kabupaten Bengkalis. Dasarnya adalah momentum perjuangan masyarakat Bengkalis mengusir Portugis, dan itu sudah melalui seminar sejarah serta ditetapkan oleh pemerintah daerah," kata Datuk Abdul Fattaah saat Dialog Interaktif RRI Bengkalis, Senin 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Kabupaten Bengkalis sebagai daerah administratif baru terbentuk melalui regulasi pemerintah pada era yang jauh lebih muda dibandingkan usia sejarah Bengkalis. Karena itu, kedua momentum tersebut memiliki makna yang berbeda dan tidak dapat disamakan.

Datuk Abdul Fattaah menilai pemahaman mengenai sejarah daerah perlu terus diperkuat melalui pendidikan, kegiatan budaya, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Dengan demikian, generasi muda akan memahami bahwa Bengkalis memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Melayu di pesisir timur Sumatera.

Sementara itu, Anggota Tim Pencari Fakta Hari Jadi Bengkalis, Haji Alam, mengatakan proses penetapan Hari Jadi Bengkalis dilakukan melalui penelitian terhadap berbagai sumber sejarah, termasuk naskah-naskah lama yang berkaitan dengan perjuangan masyarakat Melayu di Selat Bengkalis.

Ia berharap sejarah tersebut semakin dikenal masyarakat sehingga tidak lagi terjadi kesalahpahaman dalam penyebutan Hari Jadi Bengkalis.

"Sejarah ini perlu terus kita sampaikan kepada generasi muda. Mereka harus tahu bahwa angka 514 tahun itu memiliki dasar sejarah yang kuat, bukan sekadar angka, tetapi berasal dari perjuangan nenek moyang Bengkalis melawan Portugis," ujarnya.

Dalam dialog tersebut juga muncul sejumlah usulan dari masyarakat agar pemerintah daerah membangun monumen atau penanda sejarah Hari Jadi Bengkalis, bahkan menghadirkan film kolosal yang mengangkat perjuangan masyarakat Bengkalis mengusir Portugis. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi media edukasi sekaligus memperkuat identitas daerah.

LAMR Kabupaten Bengkalis menyatakan akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memperkenalkan sejarah Bengkalis kepada masyarakat luas. Upaya tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....