Kenduri Adat Jadi Puncak Peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-514
- 28 Jul 2026 09:58 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Kenduri Adat kembali menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi Bengkalis ke-514 yang akan digelar pada 30 Juli 2026. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini bukan sekadar jamuan makan bersama, tetapi menjadi simbol rasa syukur masyarakat Melayu atas perjalanan panjang sejarah Bengkalis sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh adat, alim ulama, dan masyarakat.
Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Datuk Abdul Fattaah, mengatakan pelaksanaan Kenduri Adat tahun ini mengalami perubahan konsep dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Setelah Sidang Paripurna Hari Jadi Bengkalis di DPRD, seluruh tamu undangan akan langsung diarahkan menuju Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis untuk mengikuti prosesi kenduri bersama.
Menurutnya, perubahan tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian peringatan lebih efektif, khidmat, dan mampu mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang hadir dalam peringatan Hari Jadi Bengkalis.
"Seluruh unsur masyarakat akan berkumpul, mulai dari pimpinan daerah, anggota DPRD, tokoh adat, tokoh masyarakat, alim ulama hingga masyarakat umum. Kenduri adat merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan Bengkalis yang telah mencapai usia 514 tahun," ujar Datuk Abdul Fattaah saat Dialog Interaktif RRI Bengkalis, Senin 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sekitar 1.300 undangan diperkirakan hadir dalam kegiatan tersebut. Sekitar 500 tamu akan ditempatkan di ruang utama Gedung LAMR menggunakan tata hidang adat Melayu, sementara tamu lainnya akan dilayani di tenda yang disiapkan di halaman gedung.
Selain menjadi ajang silaturahmi, Kenduri Adat juga menjadi media pelestarian budaya Melayu. Prosesi makan bersama menggunakan tata cara adat mencerminkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan penghormatan kepada seluruh tamu tanpa membedakan kedudukan.
Sementara itu, Anggota Tim Pencari Fakta Hari Jadi Bengkalis, Haji Alam, berharap pelaksanaan Kenduri Adat tetap mempertahankan ciri khas budaya Melayu, baik dalam tata cara penyajian maupun suasana pelaksanaannya.
Menurutnya, Kenduri Adat merupakan identitas masyarakat Bengkalis yang harus terus dijaga agar tidak kehilangan nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu.
"Kita berharap pelaksanaan kenduri benar-benar mengikuti adat Melayu. Kalau bisa menggunakan sistem hidang sebagaimana tradisi yang sudah ada sejak dahulu sehingga nilai budayanya tetap terjaga," katanya.
Selain Kenduri Adat, LAMR Kabupaten Bengkalis juga menggelar berbagai kegiatan budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bengkalis ke-514. Di antaranya gotong royong bersama, Gelanggang Corak Budaya, Melengah Malam, permainan tradisional Melayu, syarahan adat, hingga ziarah ke makam tokoh-tokoh Melayu Bengkalis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LAMR berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami sejarah, adat istiadat, dan jati diri Bengkalis sebagai daerah yang telah memiliki perjalanan sejarah lebih dari lima abad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....