Sejarah Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Peringati Setiap 29 Juli

  • 28 Jul 2026 09:56 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Setiap tanggal 29 Juli, TNI Angkatan Udara memperingati Hari Bakti TNI Angkatan Udara. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pendahulu TNI AU sekaligus meneladani semangat perjuangan mereka dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Republik Indonesia.

Sejarah Hari Bakti TNI AU tidak dapat dipisahkan dari dua peristiwa penting yang terjadi pada 29 Juli 1947. Berdasarkan sejarah yang dimuat dalam laman resmi TNI Angkatan Udara, pada masa Agresi Militer Belanda I, para pelopor Angkatan Udara Republik Indonesia atau AURI melakukan serangan udara terhadap posisi Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan dan kebangkitan kekuatan udara nasional.

Namun, tanggal 29 Juli 1947 juga menjadi hari yang penuh duka bagi sejarah TNI AU. Pada hari yang sama, sebuah pesawat Dakota VT-CLA yang membawa bantuan obat-obatan dan alat kesehatan untuk masyarakat Indonesia ditembak jatuh oleh pesawat Belanda ketika hendak mendarat di Yogyakarta. Dalam peristiwa tersebut, tiga tokoh dan perintis Angkatan Udara Republik Indonesia gugur, yaitu Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wiryokusumo.

Dua peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan TNI Angkatan Udara. Di satu sisi, terdapat keberanian para penerbang AURI yang melancarkan serangan udara sebagai bentuk perlawanan terhadap Belanda. Di sisi lain, terdapat pengorbanan tiga perintis TNI AU yang gugur ketika menjalankan misi kemanusiaan untuk membawa bantuan kesehatan bagi masyarakat.

Menurut laman resmi TNI AU, untuk mengenang dan menghargai kedua peristiwa tersebut, tanggal 29 Juli kemudian ditetapkan sebagai Hari Bakti TNI AU. Peringatan ini menjadi sarana untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan dirgantara sekaligus mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus.

Sejarah penetapan peringatan tersebut juga mengalami perkembangan. Berdasarkan dokumen yang dimuat dalam laman resmi TNI AU, sejak 29 Juli 1955, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Berkabung AURI. Kemudian pada 29 Juli 1962, peringatannya diubah menjadi Hari Bakti TNI AU dan diperingati secara terpusat di Pangkalan Udara Adisutjipto.

Hari Bakti TNI AU bukan hanya tentang mengenang sejarah masa lalu. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk meneruskan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Dalam peringatan Hari Bakti ke-79 tahun 2026. TNI AU juga telah memuat berbagai kegiatan pada peringatan ke-79, termasuk bakti sosial kesehatan dan kegiatan kemanusiaan, dengan tema “Bakti TNI Angkatan Udara untuk Indonesia Maju”.

Semangat perjuangan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi seluruh personel TNI Angkatan Udara untuk memberikan pengabdian terbaik bagi negara. Nilai kepahlawanan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi bagian penting dari makna Hari Bakti TNI AU.

Dengan demikian, setiap tanggal 29 Juli bukan sekadar menjadi peringatan tahunan bagi TNI Angkatan Udara, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia tentang perjalanan panjang perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dari keberanian melaksanakan serangan udara hingga pengorbanan dalam misi kemanusiaan, sejarah 29 Juli 1947 mengajarkan bahwa mempertahankan bangsa dan negara membutuhkan keberanian, pengabdian, serta pengorbanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....