Kukerta UNRI Tanam Mangrove di Selatbaru, Perkuat Upaya Penanggulangan Abrasi

  • 13 Jul 2026 06:27 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Berdampak 2026 Desa Selatbaru, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Fajriani Ananda, berkolaborasi dengan Kelompok Peduli Lingkungan Alam Rindang melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Selatbaru, Kabupaten Bengkalis, Minggu 12 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadapi ancaman abrasi yang terus menggerus garis pantai Pulau Bengkalis. Selain membantu mengurangi dampak abrasi, penanaman mangrove juga bertujuan memulihkan ekosistem pesisir dan memperkuat perlindungan alami kawasan pantai.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Berdampak 2026 Desa Selatbaru, Muhammad Azlan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga terlibat langsung dalam menghadirkan solusi atas persoalan abrasi. Ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir," ujar Azlan.

Dengan semangat gotong royong, mahasiswa bersama Ketua Kelompok Alam Rindang Desa Selatbaru, M. Arjudin, beserta anggota kelompok menanam bibit mangrove di sejumlah titik yang rawan terdampak abrasi. Keberadaan mangrove diharapkan mampu meredam gelombang laut, menahan sedimen, memperkuat struktur tanah pantai, sekaligus menjadi habitat bagi berbagai jenis biota pesisir.

Ketua Kelompok Alam Rindang Desa Selatbaru, M. Arjudin, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa yang bersedia turun langsung ke kawasan pesisir untuk melakukan penanaman mangrove.

"Hari ini kami sangat senang dan bangga melihat adik-adik mahasiswa bersedia turun langsung menanam mangrove. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pemicu bagi kami dan generasi muda di Desa Selatbaru untuk bersama-sama menangani persoalan abrasi," katanya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta UNRI Berdampak Desa Selatbaru, Dr. Fajriani Ananda, S.Sos., M.Si., menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Menurutnya, penanaman mangrove menjadi media pembelajaran lapangan yang memungkinkan mahasiswa memahami persoalan abrasi secara langsung sekaligus mengasah kemampuan berkolaborasi dengan masyarakat dalam mencari solusi lingkungan.

"Mahasiswa memiliki energi, pengetahuan, dan semangat untuk menggerakkan perubahan. Kehadiran mereka melalui program Kukerta tidak hanya memberi manfaat selama masa pengabdian, tetapi juga menumbuhkan budaya mencintai lingkungan yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat," ujarnya.

Fajriani menegaskan bahwa persoalan abrasi di kawasan pesisir Pulau Bengkalis merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, mahasiswa Kukerta UNRI dan Kelompok Alam Rindang berharap dapat memperkuat perlindungan garis pantai, menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, serta mendukung keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat di Desa Selatbaru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....