Polres Bengkalis Edukasi Bahaya Judi Online kepada Pelajar

  • 10 Jul 2026 15:35 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Polres Bengkalis terus mengintensifkan upaya pencegahan judi online di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi di lingkungan sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan sosialisasi bahaya judi online kepada siswa-siswi baru SMA Negeri 1 Siak Kecil dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan tersebut menghadirkan Kapolsek Siak Kecil, Iptu Bastian Rinaldy sebagai narasumber. Di hadapan para peserta didik baru, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus perjudian online yang kini semakin mudah diakses melalui perangkat digital.

Menurut Kapolsek, pelaku judi online umumnya memanfaatkan iklan yang menawarkan bonus maupun hadiah untuk menarik minat masyarakat, khususnya kalangan remaja. Karena itu, pelajar diminta tidak membuka tautan atau situs yang menawarkan keuntungan instan melalui permainan judi.

"Kalau ada menemui situs-situs seperti itu jangan dibuka. Seluruh transaksi di internet yang melibatkan rekening bank dapat terdeteksi. Apabila seseorang bermain judi online dan menerima hasil kemenangan melalui rekening, transaksi tersebut akan tercatat," ujarnya, Jumat 10 Juli 2026.

Ia menjelaskan, judi online bukan hanya berpotensi menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat berdampak pada aspek hukum, sosial, hingga mengganggu masa depan pelajar. Oleh sebab itu, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara bijak dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tidak realistis.

Melalui sosialisasi tersebut, Polres Bengkalis juga mengajak para siswa untuk meningkatkan literasi digital serta membangun karakter yang bertanggung jawab dalam menggunakan media digital. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting untuk membentengi pelajar dari berbagai bentuk kejahatan siber, termasuk praktik judi online yang kini menyasar berbagai kalangan.

Polres Bengkalis berharap para pelajar tidak hanya memahami risiko judi online, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga dapat bersama-sama mencegah penyebaran praktik perjudian berbasis digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....