Siak Perkuat Patroli Cegah Ancaman Karhutla saat Super El Nino

  • 01 Jul 2026 12:40 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Siak - Pemerintah Kabupaten Siak memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul ancaman fenomena Super El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran. Upaya tersebut dilakukan melalui patroli terpadu, deteksi dini titik panas, serta peningkatan kesiapsiagaan di 11 kecamatan rawan karhutla.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak karena potensi kebakaran dapat terjadi di kawasan hutan, perkebunan, maupun lahan masyarakat. "Karhutla tidak mengenal batasan, dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik," ujarnya Rabu 1 Juli 2026.

Syamsurizal juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. "Kami minta masyarakat musim kering seperti ini, tidak membersihkan lahan dengan cara di bakar. Kewaspadaan bersama sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak meluas. Untuk petugas Karhutla pastikan alat dan personel standbye bila terjadi kebakaran," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, mengatakan pihaknya terus memperkuat patroli bersama perusahaan dan para pemangku kepentingan, serta mengoptimalkan sistem deteksi dini berbasis pemantauan titik panas. "Kami akan terus melakukan patroli bersama perusahaan dan stakeholder, serta turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan sarpras sesuai dan setiap potensi titik api dapat dicegah sejak dini," kata Kalaksa BPBD Siak.

Novendra menjelaskan setiap titik panas yang terdeteksi akan segera diverifikasi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kampung, dan kecamatan agar tidak berkembang menjadi kebakaran. "Begitu kita mendapat data hotspot, kami langsung lakukan pengecekan di lapangan bersama MPA, pemerintah kampung, dan kecamatan agar tidak berkembang menjadi kebakaran," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Siak hingga 29 Juni 2026, tercatat 254 titik hotspot dan 45 titik api di wilayah Kabupaten Siak. Perwakilan PT Arara Abadi, Lambok Pardede, mengatakan perusahaan juga telah melakukan patroli bersama BPBD, TNI, Polri, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. "Kami sudah melakukan patroli bersama BPBD, TNI, Polri, serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan. Ke depan juga akan diperkuat dengan pos mitigasi agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan ketika terjadi kebakaran," ringkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....