Perkazi Riau Gaungkan Kebangkitan Tradisi Penulisan Mushaf Alquran
- 01 Jul 2026 12:11 WIB
- Bengkalis
RRI.CO,ID, Bengkalis - Semangat menghidupkan kembali tradisi penulisan mushaf Alquran di Provinsi Riau mengemuka dalam Seminar Kaligrafi bertema Menghidupkan Tradisi Suci Menulis Mushaf Alquran yang digelar Perkumpulan Kaligrafi dan Zukhrufa Indonesia (Perkazi) Riau di Gedung Abdur Rauf, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa 30 Juni 2026.
Seminar menghadirkan maestro kaligrafi Indonesia, Dr. KH. Didin Sirodjuddin, serta budayawan Melayu Riau sekaligus kaligrafer, Dr. H. Griven H. Putera. Kegiatan dipandu Ketua Perkazi Riau, Rafles dan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon.
Turut hadir Ketua LPTQ Kabupaten Kuantan Singingi, H. Yaramis, para majelis hakim kaligrafi Provinsi Riau, peserta Musabaqah Seni Kaligrafi Alquran (MSKQ) MTQ XLIV Tingkat Provinsi Riau, serta para pencinta seni khat Alquran dari berbagai daerah.
Dalam pemaparannya, KH. Didin Sirodjuddin AR menegaskan bahwa tradisi menulis mushaf Alquran bukan sekadar aktivitas seni, melainkan ibadah yang memiliki nilai spiritual sangat tinggi. Menurutnya, setiap mushaf yang ditulis dan diwariskan akan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir.
"Mewariskan mushaf merupakan amal jariah, sedangkan menuliskan Alquran adalah bentuk wakaf terbaik yang manfaatnya akan terus dirasakan oleh generasi setelahnya," ujar KH. Didin.
Ia juga mengapresiasi keberhasilan para khattat Indonesia dalam mewujudkan Mushaf Nusantara yang dinilainya sebagai salah satu mushaf terindah di dunia. Keindahan tersebut tampak pada iluminasi berwarna dengan ragam ornamen khas Nusantara yang menghiasi setiap halamannya.
Sementara itu, Dr. H. Griven H. Putera menjelaskan bahwa gagasan menghadirkan Mushaf Riau telah lama berkembang dan memiliki landasan sejarah yang kuat. Menurutnya, Riau memiliki tradisi penyalinan mushaf sejak abad ke-19, di antaranya melalui karya Syekh Muhammad Sa'id Ranah Kumpai. Selain itu, sejumlah manuskrip mushaf peninggalan ulama Riau masih tersimpan, terutama di Museum Sang Nila Utama, Pekanbaru.
"Keberadaan mushaf-mushaf tersebut hendaknya menjadi panduan sekaligus sumber inspirasi dalam menghadirkan Mushaf Riau modern yang tetap berpijak pada khazanah Melayu dan identitas keilmuan Riau," kata Griven.
Ia menambahkan, manuskrip mushaf Riau memiliki karakteristik yang berbeda dari mushaf Aceh maupun Jawa. Kekhasan tersebut menjadi modal penting untuk melahirkan mushaf yang merepresentasikan identitas budaya Melayu dan tradisi intelektual Islam di Bumi Lancang Kuning.
Griven mengungkapkan bahwa gagasan mewujudkan Mushaf Riau telah lama diperjuangkan para kaligrafer Riau. Bahkan, pada 23 November 2011 ia telah menulis artikel di Harian Riau Pos berjudul Menuju Mushaf Riau sebagai upaya menggugah kesadaran akan pentingnya menghadirkan mushaf khas Riau.
"Lima belas tahun yang lalu saya sudah menggaungkan pentingnya menghadirkan Mushaf Riau. Kini saatnya cita-cita itu diwujudkan bersama," ujarnya.
Menurut Griven, penyusunan Mushaf Riau merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, LPTQ provinsi maupun kabupaten/kota, perguruan tinggi, budayawan, seniman, dunia usaha, hingga para kaligrafer.
"Ini bukan pekerjaan yang ringan. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar Mushaf Riau benar-benar dapat diwujudkan. Apabila berhasil, ia akan menjadi warisan peradaban Melayu dan kado yang sangat berharga bagi generasi Riau di masa depan," katanya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para khattat, panitia seminar menyerahkan piagam penghargaan kepada 28 kaligrafer Riau yang telah berpartisipasi dalam penulisan Mushaf Nusantara. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. KH. Didin Sirodjuddin AR, Dr. H. Griven H. Putera, Ketua LPTQ Kabupaten Kuantan Singingi Yaramis, serta Majelis Hakim MSKQ Provinsi Riau, Ustaz Nana Nashiruddin, S.Pd., bersama anggota majelis hakim kaligrafi lainnya.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan tradisi penulisan mushaf Alquran di Riau sekaligus langkah awal menuju terwujudnya Mushaf Riau modern yang berakar pada manuskrip klasik Riau, namun hadir dengan kualitas penulisan, iluminasi, dan kajian ilmiah yang mampu menjadi kebanggaan masyarakat Riau serta memperkaya khazanah peradaban Islam di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....