ASN Kecamatan Bengkalis Jadi Pelopor Gerakan Menabung Sampah dari Rumah
- 22 Jun 2026 20:46 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Bengkalis kini menjadi pelopor gerakan menabung sampah dari rumah melalui Program Bank Saku atau Bank Sampah Desa Kelurahan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga mengubahnya menjadi tabungan yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
Gerakan tersebut melibatkan pegawai kantor camat, pendamping desa, pendamping pembangunan, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka diwajibkan dan didorong untuk membawa sampah rumah tangga dari rumah masing-masing untuk kemudian ditabung di Bank Saku yang dikelola di lingkungan kantor camat.
Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, mengatakan langkah ini merupakan bentuk komitmen aparatur pemerintah dalam memberikan contoh kepada masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Menurutnya, setiap pegawai baik laki-laki maupun perempuan telah berkomitmen untuk ikut serta dalam gerakan ini dengan membawa sampah dari rumah untuk ditabung secara rutin.
“Semua pegawai sudah berkomitmen membawa sampah dari rumah masing-masing untuk ditabung di Bank Saku. Ini menjadi bagian dari gerakan bersama yang kami dorong,” ujar Rafli, Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sampah yang dikumpulkan kemudian dipilah dan dijual ke Bank Sampah Induk Berseri binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis. Hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk kegiatan sosial yang membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, program ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah. Menurut Rafli, perubahan kebiasaan dari level rumah tangga menjadi kunci penting dalam mengurangi beban sampah di tempat penampungan sementara maupun tempat pemrosesan akhir.
Ia juga menambahkan, ke depan akan ada apresiasi bagi pegawai yang paling aktif dalam menabung sampah sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan konsistensi mereka dalam mendukung program tersebut.
“Yang paling banyak menabung akan kita beri reward sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan partisipasinya,” katanya.
Melalui gerakan ini, Kecamatan Bengkalis berharap peran ASN dapat menjadi contoh nyata bagi masyarakat luas dalam mengelola sampah rumah tangga. Tidak hanya sebagai kewajiban menjaga lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai ekonomi dan kepedulian sosial.
Program Bank Saku diharapkan dapat terus berkembang dan meluas hingga ke desa dan kelurahan, sehingga budaya menabung sampah dari rumah dapat menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat Bengkalis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....