Tabungan Sampah Bantu Warga Bengkalis Biayai Pengobatan Anak
- 22 Jun 2026 19:00 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis– Sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata mampu menjadi sumber harapan bagi sebagian warga di Kecamatan Bengkalis. Melalui Program Bank Saku atau Bank Sampah Desa Kelurahan, hasil pengelolaan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat, termasuk membantu pembiayaan pengobatan anak dari keluarga prasejahtera.
Program yang digagas Kecamatan Bengkalis tersebut melibatkan pegawai kantor camat, pendamping desa, pendamping pembangunan, hingga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka secara rutin mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dari rumah masing-masing untuk ditabung dan dijual melalui Bank Sampah Induk Berseri binaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis.
Camat Bengkalis, Rafli Kurniawan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya dapat mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial.
“Kita menabung sampah, kemudian kita jual dan kita berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari hasil tabungan itu, kami bisa memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Rafli, Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, hasil penjualan sampah yang dikumpulkan para peserta program sebagian dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Melalui cara tersebut, sampah yang sebelumnya hanya menjadi limbah dapat berubah menjadi bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Fatimah. Ia mengaku bantuan yang diterima sangat berarti bagi keluarganya, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan anak yang harus menjalani perawatan secara rutin setiap bulan.
“Alhamdulillah sangat bersyukur. Anak saya kurang sehat dan setiap bulan membutuhkan obat. Hasil dari menabung sampah dan bantuan ini sangat membantu keluarga kami,” kata Fatimah.
Selain menerima manfaat, Fatimah juga turut berpartisipasi dalam program tersebut dengan mengumpulkan botol plastik dan berbagai barang bekas lain yang memiliki nilai jual. Sampah-sampah tersebut kemudian ditabung melalui Bank Saku yang dikelola Kecamatan Bengkalis.
Menurutnya, kebiasaan mengumpulkan sampah yang sebelumnya dianggap sepele kini memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Program Bank Saku menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menghadirkan dampak yang lebih luas. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, program ini juga memperkuat kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Kecamatan Bengkalis berharap semakin banyak warga yang terlibat dalam gerakan menabung sampah sehingga manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....