Kapal Harimau Buas Usung Spirit Al-Qur'an Perjuangan Sultan

  • 20 Jun 2026 17:36 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Siak - Replika Kapal Perang Harimau Buas yang akan tampil pada Pawai Perahu Hias MTQ Tingkat Provinsi Riau di Sungai Batang Kuantan, 27 Juni 2026, tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga media dakwah sejarah. Kapal tersebut mengusung tema “Spirit Al-Qur'an dalam Perjuangan Sultan Siak” yang mengangkat nilai-nilai keislaman dalam perjalanan Kesultanan Siak.

Kabid Kebudayaan Disbudparpora Kabupaten Siak sekaligus Ketua Dewan Kesenian Siak (DKS), Tengku Zulkarnain, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk mengingatkan masyarakat bahwa kejayaan Kesultanan Siak lahir dari perpaduan nilai Al-Qur'an, adat Melayu, dan semangat perjuangan menjaga agama serta kedaulatan negeri.

Menurut Tengku Zulkarnain, replika Kapal Harimau Buas mengangkat sejarah Perang Guntung tahun 1759. Saat itu, Sultan Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah bersama para panglima dan hulubalang berjuang menghadapi tekanan serta blokade VOC demi mempertahankan marwah, hak rakyat, dan kehormatan negeri.

"Kapal Harimau Buas bukan hanya simbol peperangan, tetapi simbol perjuangan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an. Para Sultan Siak mengajarkan bahwa kekuatan negeri lahir dari iman, ilmu, persatuan, dan kepemimpinan yang amanah," jelas Tengku Zulkarnain, Jumat 19 Juni 2026.

Ia menambahkan, dua belas dayung di sisi kanan dan kiri kapal melambangkan dua belas Sultan yang pernah memimpin Kesultanan Siak. Di atas kapal juga akan ditampilkan sosok Sultan Siak yang diperankan Kerabat Resam Siak, serta Bupati dan Wakil Bupati Siak sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan yang menjaga warisan sejarah, budaya Melayu, dan nilai-nilai keislaman.

Selain itu, Datuk Empat Suku akan diperankan oleh unsur pemerintah dan tokoh keagamaan, sementara tujuh Panglima Kerajaan diperankan anggota Dewan Kesenian Siak. Kehadiran mereka menggambarkan unsur adat, ulama, dan hulubalang yang menjadi penopang kehidupan masyarakat Melayu sejak masa Kesultanan Siak.

Tengku Zulkarnain mengatakan seluruh formasi di atas kapal mencerminkan empat pilar utama peradaban Melayu Siak, yakni Umara, Ulama, Adat, dan Hulubalang.

"Kami ingin menyampaikan pesan bahwa MTQ bukan hanya tentang tilawah dan perlombaan, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an hadir dalam sejarah, budaya, pemerintahan, adat, dan kehidupan masyarakat Melayu. Inilah spirit yang diwariskan para Sultan Siak kepada generasi penerus," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....